Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan2 Tesalonika 1:11
"Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu." (2 Tesalonika 1:11)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami. Kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa menaungi hidup kita. Saudaraku! Pernahkah kamu merasa hidupmu terlalu banyak kekurangan, tidak layak untuk dipakai Tuhan? Paulus menulis surat ini kepada jemaat Tesalonika yang sedang menghadapi penganiayaan hebat. Mereka lelah, takut, dan mungkin bertanya-tanya: "Apakah kami layak untuk semua ini?" Dan di tengah situasi sulit itu, Paulus tidak memberikan ceramah panjang tentang bagaimana mereka harus berusaha lebih keras. Sebaliknya, ia berkata, "Kami berdoa untuk kamu."
Ada keindahan tersembunyi di sini. Paulus memahami bahwa kelayakan kita bukan hasil jerih payah kita sendiri. Allah-lah yang membuat kita layak. Seperti seorang pemahat yang mengubah batu kasar menjadi patung indah, Allah dengan sabar membentuk kita, bukan karena kita sempurna, tetapi karena Ia memahami potensi di dalam kita. "Panggilan-Nya" dalam ayat ini bukan sekadar undangan biasa. Ini adalah panggilan untuk menjadi anak-anak terang di tengah dunia yang gelap, untuk mengasihi ketika benci lebih mudah, untuk tetap setia ketika yang lain menyerah. Dan panggilan ini bukan tentang kemampuanmu, melainkan tentang kuasa-Nya yang bekerja di dalam ketidakmampuanmu.
Perhatikan frasa "dengan kuasa-Nya". Bukan dengan kekuatanmu. Bukan dengan kepintaranmu. Tapi dengan kuasa-Nya. Ketika kamu merasa tidak mampu mengampuni, kuasa-Nya yang memampukanmu. Ketika kamu tidak tahu harus bagaimana melangkah, kuasa-Nya yang menuntun. Ketika kamu lelah berbuat baik, kuasa-Nya yang memulihkan. Dan yang paling menyentuh: Allah menyempurnakan "segala maksud-Mu yang baik dan pekerjaan imanmu." Maksud baik yang kamu miliki, sekecil apapun sangat berharga di hadapan Tuhan. Keinginanmu untuk menjadi lebih baik, dorongan kecil untuk menolong orang lain, niat baikmu yang sering terasa tidak berarti, semua itu Allah lihat, dan Ia akan menyempurnakannya. Amin (JRT)
Penulis
Pdt. Jusuf Roy Turnip
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan