Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganMazmur 127:2
TANPA TUHAN, SEMUA SIA-SIA “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah makan dan minum. Banyak sekali waktu kita habis hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Tanpa dipungkiri, setiap orang berupaya untuk mendapatkan kebutuhan dasar ini dengan memberikan waktunya setiap hari untuk bekerja. Bahkan demi untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, tidak ada lagi waktu yang diberikan untuk beribadah atau bersekutu di Gereja. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan dan saudara-saudara seiman.
Saudaraku! Kitab Mazmur ini secara khusus mengingatkan kita bahwa bekerja ataupun upaya memenuhi kebutuhan dasar setiap hari bukanlah sebuah kesalahan. Namun ada hal yang lebih penting, yang tidak boleh kita lupakan, yaitu bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan. Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu yang kita butuhkan, sebab Ia adalah Allah yang berkuasa, Dia yang menciptakan segala sesuatu. Adalah sebuah kesia-siaan jika kita melupakan ke-Mahakuasaan Allah dan hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Pemazmur dalam ayat ini menegaskan dengan “sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur”, itu berarti yang utama adalah bagaimana kita menjadi orang dicintaiNya, sebab dengan demikianlah berkat itu pun bisa menjadi nyata sekalipun pada waktu kita terlelap dalam tidur. Maka penting bagi kita untuk setiap pagi menyerahkan diri menjadi orang-orang yang dicintai Tuhan dengan sedia melakukan kebenaran sesuai dengan kehendakNya, serta taat mengimani Dia sebagai Allah yang Mahakuasa, tidak ada yang mustahil bagi Dia.
Saudaraku, apapun kekuatiranmu hari ini, seberapa besar pun ketakutanmu menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan, atau jika hidupmu saat ini pun berkelimpahan, tetaplah ingat bahwa tanpa Tuhan, semua sia-sia. Andalkanlah Tuhan senantiasa. Amin ! (AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan