Berjalan Dalam Pengharapan
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renunganKisah Para Rasul 15:11
“Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga” (Kisah Para Rasul 15:11)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Banyak orang saat ini merasa bahwa dia ada dan hidup hanya karena kekuatan dan kepintarannya. Dia punya harta berlimpah, hanya karena dia bekerja keras dan punya otak yang pintar. Dia mempunyai tubuh yang sehat dan prima, hanya karena dia menjaga pola hidup dan rajin berolah raga. Dia mempunyai kedudukan dan jabatan tinggi, hanya karena dia pintar melihat peluang dan memanfaatkannya dengan baik. Pertanyaannya, apakah memang semuanya itu hanya karena diri kita ? Apakah memang tidak ada kuasa yang bekerja diluar diri kita ?
Rasul Petrus menerangkan kepada para rasul dan penatua-penatua, bahwa bila hanya mengandalkan kekuatan dan kepintaran manusia, dia tidak akan memperoleh keselamatan. Sebab, segala sesuatu dalam hidup manusia sudah dan akan mendatangkan dosa. Jangankan berbuat, berpikir dan merancangkan sesuatu saja, manusia bisa jatuh dalam dosa. Maka, tidak ada satupun dari hidup manusia itu yang dapat membuat dia memperoleh keselamatan.
Karena tidak ada dari dalam diri manusia itu membuat dia selamat, maka Allah menunjukkan kasihNya dalam wujud Yesus Kristus, menganugerahkan keselamatan. Dia rela mati dikayu salib, supaya menjadi jalan keselamatan bagi setiap orang yang percaya. Salib adalah penebusan dari dosa manusia, sehingga dilayakkan masuk dalam kerajaan Allah yang kekal. Itulah sebabnya, setiap manusia harus menyadari dan merespon kasih anugerah itu dalam hidupnya. Ketaatan dan kesetiaan dalam kasih harus nyata dalam hidup manusia sebagai orang yang dikasihi dan anugerahi keselamatan. Dengan demikianlah, manusia itu menyadari bahwa dia ada dan hidup bukan hanya karena upayanya sendiri, melainkan Allah turut bekerja dalam hidupnya. Bila Allah tidak memberkati, maka sia-sialah usaha manusia itu, betapa pintar dan kuatpun dia.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit
Pengharapan kristiani meneguhkan langkah kita di tengah keadaan apa pun.
Baca renungan
Pdt. Banner Siburian
DEBATA MANGALEHON TONDI HANGOLUAN (Hesekiel 37:1-14) Diloas Debata do bangso Israel tarbuang tu habuangan Babel, anggiat nian marhite habuangan i gabe ditanda nasida Debata, jala mulak muse tu Debata marhite hamubaon ni...
Baca renungan
Gr. Tumpal Sitanggang
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap b...
Baca renungan