Allah yang Memulai Segala Sesuatu”
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” — Kejadian 1:1
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Awal tahun selalu membawa harapan baru. Kita menata rencana, menyusun target, dan memohon yang terbaik bagi hari-hari ke depan. Firman Tuhan pada Kejadian 1:1 mengarahkan hati kita pada dasar yang paling kokoh: Allah adalah Pribadi yang memulai segala sesuatu. Sebelum ada waktu, sebelum ada terang, bahkan sebelum ada manusia, Allah sudah ada dan berkarya. Hidup ini bukan kebetulan; semuanya bermula dari kehendak dan kuasa-Nya. Ayat ini memberi inspirasi bahwa setiap awal yang kita jalani—termasuk tahun yang baru—seharusnya dimulai bersama Allah. Jika Allah sanggup menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan, maka Ia juga sanggup membarui hidup kita, memulihkan yang rusak, dan membuka jalan di tengah ketidakpastian. Kejadian 1:1 menegaskan iman bahwa Allah berdaulat atas sejarah dan masa depan kita. Garis besar renungan ini sederhana: Pertama, Allah adalah sumber kehidupan dan tujuan akhir hidup kita. Kedua, setiap awal yang diserahkan kepada Allah akan diarahkan oleh hikmat-Nya. Ketiga, iman menolong kita melangkah dengan pengharapan, sekalipun kita belum melihat hasilnya. Bayangkan seorang pelukis yang memulai lukisan di kanvas kosong. Ia melihat gambaran utuh yang belum kita pahami. Demikian pula Allah melihat hidup kita secara menyeluruh. Saat kita merasa kosong, bingung, atau takut memulai lagi, Allah sedang berkarya membentuk sesuatu yang indah sesuai rencana-Nya. Di awal tahun ini, mari kita belajar berserah. Jangan hanya memulai dengan ambisi manusia, tetapi dengan doa dan iman. Serahkan langkah, keputusan, dan masa depan kepada Tuhan yang memulai segalanya. Allah yang menciptakan pada mulanya adalah Allah yang setia menyertai hingga akhir.



