SETIA DAN KASIHILAH TUHAN
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”
(Ulangan 6: 5)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. mengasihi Allah dengan seutuhnya adalah mengasihi dengan segenap hati; segenap jiwa dan segenap kekuatan. Perintah “mengasihi Allah” kepada umat-Nya adalah tindakan hidup umat Tuhan yang mau hidup tunduk dan taat kepada Allah. Semua ini bermula dari Allah yang terlebih dahulu mengasihi umat-Nya dengan mengeluarkan mereka dari perbudakan di Mesir. Lalu kasih Allah ditunjukan kembali melalui karya penyelamatan Yesus Kristus kepada manusia dari perbudakan dosa. Dengan kata lain, keberlangsungan hidup dari umat Tuhan yang mengasihi Allah tidak terpisahkan dari Allah itu sendiri. Oleh sebab itu, perintah “mengasihi Allah” adalah berlangsung sepanjang hidup dari umat Tuhan. Mengasihi tidak cukup hanya sekedar kata-kata namun juga aksi.
Musa juga memerintahkan bangsa Israel agar firman dan peraturan Tuhan harus diperhatikan (ay. 6), diajarkan berulang-ulang kepada anak-anak mereka, dan dibicarakan dalam segala kondisi (ay. 7), serta selalu diikatkan pada tangan dan menjadi lambang di dahi mereka, bahkan dituliskan pada pintu rumah dan pintu gerbang mereka (ay. 8-9). Melihat hal ini, sudah seharusnya kita disadarkan betapa pentingnya mengajar anak-anak mengasihi Tuhan sedini mungkin. Menurut para ahli, sejak anak dilahirkan – 5 tahun merupakan usia emas atau disebut golden age. Di mana pada umur tersebut, otak anak tumbuh dan berkembang sangat cepat sehingga membuat mereka akan mudah menyerap informasi dan kemungkinan besar bertahan sampai masa remaja, bahkan dewasa.
Setiap harinya seorang anak bertumbuh dan belajar mengenai apa yang harus ia pikirkan, dan lakukan. Semakin dewasa, akan ada banyak pengaruh yang diterimanya. Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kita, para orang tua untuk mengenalkan Tuhan dan kasih-Nya kepada mereka sehingga menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan. (PMP)


