Rabu, 13 Mei 2026 - IMAN DENGAN PERBUATANNYA
Gr. Tumpal Sitanggang
Daily Bread
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Kitab Ibrani dituliskan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang ada di Roma, yang sedang mengalami pergumulan iman. Mereka banyak mengalami penderitaan seperti penganiayaan berat baik secara sosial maupun fisik, baik dari pihak bangsa Yahudi maupun Romawi. Karena itu banyak dari mereka harus memikir ulang tentang kebenaran iman mereka dalam kekristenan dan kesetiaannya kepada Kristus. Namun melalui kitab Ibrani, disampaikan agar orang-orang Kristen tidak menjadi putus asa sekalipun ada banyak tantangan iman dan pergumulan hidup yang dihadapi, sebab firman Allah menjadi sumber kekuatan untuk bertahan dan tetap menghidupkan pengharapan.
Saudaraku! Kekuatan firman Tuhan itu dinyatakan lebih tajam dari pedang bermata dua. Istilah pedang bermata dua adalah senjata andalan tentara Romawi pada masa itu yang memiliki panjang 0,75 meter dengan kedua sisi dan ujungnya yang tajam. Bila ada seseorang sedang mengayunkan pedang itu, maka tidak ada orang yang berani mendekat. Bila tetap nekat untuk mendekat pastilah akan terluka parah dan kemungkinan bisa mati. Dengan senjata itulah bangsa Romawi mampu menaklukkan musuh-musuhnya. Namun kekuatan firman Tuhan melebihi pedang bermata dua tersebut, sebab Firman itu hidup. Dia adalah Yesus Kristus, yang telah mati dan bangkit pada hari ketiga, menaklukkan kuasa dosa dan iblis (Yoh.1:14). Dia lebih berkuasa dari senjata apapun, sebab Dialah Allah dan Sumber Kebenaran sejati. Dalam hal ini, firman Tuhan bukan hanya sekedar Alkitab, namun Yesus yang adalah Firman yang hidup itu. Di dalam Yesus, pikiran dan kehendak hati kita diubahkan, pengharapan kita dihidupkan, sekalipun pergumulan silih berganti mewarnai kehidupan, namun iman tetap mampu bertahan dan tidak putus asa.
Saudaraku! Sadarilah bahwa kita butuh Firman Tuhan setiap hari. Maka biarlah pikiranmu dan kehendak hatimu lebih dulu diisi oleh firman Tuhan setiap pagi supaya apapun yang kita kerjakan dan hadapi berkenan kepadaNya dan untuk kemuliaanNya saja.Amin! (AS)
Penulis
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th
Gr. Tumpal Sitanggang
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Banner Siburian, M.Th