(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Selasa, 24 Maret 2026 - Tuhan yang Memegang Awal dan Akhir

24 Mar 2026 00:30 👁 17 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Selasa, 24 Maret 2026 - Tuhan yang Memegang Awal dan Akhir

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Wahyu 1:8

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering diliputi kekhawatiran: tentang masa depan, kesehatan, pekerjaan, keluarga, dan keadaan dunia yang penuh ketidakpastian. Banyak hal berada di luar kendali kita. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup kita tidak berada dalam kekacauan, melainkan dalam tangan Allah yang Mahakuasa.

Ketika Yohanes menerima penglihatan dalam kitab Wahyu, jemaat saat itu sedang mengalami tekanan dan penderitaan. Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Alfa dan Omega untuk meneguhkan iman mereka bahwa sejarah dunia tidak berjalan tanpa arah. Tuhan memegang kendali dari awal hingga akhir.

Di zaman modern ini, perubahan terjadi begitu cepat. Teknologi berkembang, ekonomi bergejolak, dan situasi global sering menimbulkan ketakutan. Dalam situasi seperti ini, kita mudah merasa kehilangan pegangan. Tetapi firman Tuhan memberi kepastian: Tuhan tidak pernah kehilangan kendali.

Bayangkan seorang anak kecil yang berjalan di tempat gelap sambil memegang tangan ayahnya. Ia mungkin tidak melihat jalan dengan jelas, tetapi ia merasa aman karena tahu siapa yang menuntunnya. Demikianlah hidup orang percaya. Kita tidak selalu melihat masa depan, tetapi kita percaya kepada Tuhan yang memegang masa depan itu.

Renungan ini mengajak kita untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Ia setia memimpin perjalanan hidup kita dari awal hingga akhir.

Garis besar renungan:

  1. Tuhan adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir kehidupan.

  2. Ia hadir di masa lalu, kini, dan masa depan.

  3. Ketidakpastian hidup tidak mengubah kedaulatan Tuhan.

  4. Percaya kepada Tuhan membawa damai dan pengharapan.

Kiranya hati kita tenang karena Tuhan memegang hidup kita dari awal sampai akhir. Amin.

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus

Penulis

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus

Artikel Lainnya