(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Sabtu, 9 Mei 2026 - MENGHIDUPI FIRMAN ALLAH

09 May 2026 00:30 👁 47 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Sabtu, 9 Mei 2026 - MENGHIDUPI FIRMAN ALLAH

“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (Ezra 7:10)

Jemaat yang dikasihi Allah, sejak semula Allah tidak menginginkan kita hanya mengetahui Taurat TUHAN atau Firman Allah. Sebaliknya, kita harus menghidupi Firman Allah itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal itulah yang dilakukan oleh Ezra dalam Firman Tuhan hari ini. Ada tiga hal yang harus dilakukan setiap orang Kristen dalam menghidupi Firman Tuhan, yaitu

1.      Bertekad untuk meneliti Firman Tuhan

Kata “bertekat” artinya harus sungguh-sungguh untuk mempelajari dan meneliti Firman Tuhan. Bukan hanya sebagai komsumsi pikiran supaya kita pintar atau supaya kita bisa berdebat dengan orang lain, tetapi juga supaya kita dapat mempertanggung jawabkan apa yang kita imani. Jikalau kita semakin mengetahui apa yang kita imani, maka semakin kuatlah dasar iman kita. Bila ada yang mempertanyakan atau meragukan apa yang kita imani, kita sudah dapat memberi jawab. Dengan demikian, kita tidak mudah diombang ambingkan ajaran-ajaran palsu yang ingin menyesatkan kita.

2.      Melakukan Firman Tuhan

Firman Tuhan yang kita teliti dengan sungguh-sungguh haruslah kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga Firman Tuhan itu tidak hanyak konsep ide atau gagasan pikiran manusia, tetapi ajaran yang harus dihidupi denggan sungguh. Firman Tuhan itulah yang akan menjadi dasar dalam setiap tindakan dan perbuatan kita; Firman Tuhan itulah yang akan menjadi senjata melawan si jahat; Firman Tuhan itulah yang akan menjadi penopang dan penghibur bagi orang yang lemah dan menderita.

3.      Mengajarkan Firman Tuhan

Sebagai orang Kristen, kita terpanggil untuk mengajarkan Firman Tuhan yang kita imani. Pengajaran itu dapat berupa perkataan, dan juga dapat berupa tindakan atau tauladan. Tidak cukup hanya sekali mengajarkan, tetapi harus dilakukan secara berulang-ulang, tepat atau tidak dan dimanapun kita berada. Sebagaimana yang tertulis dalam Ulangan 6:6-9.

Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th

Penulis

Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th

Artikel Lainnya