Jumat, 6 November 2026 - TIDAK MUNGKIN BAGI MANUSIA MUNGKIN BAGI ALLAH
Gr. Tumpal Sitanggang
Daily Bread
“Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.” Ayub 19:25
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Ayub mengucapkan pengakuan iman yang luar biasa justru ketika hidupnya sedang berada dalam penderitaan yang berat. Ia kehilangan harta, keluarga, kesehatan, bahkan dukungan dari orang-orang terdekat. Namun di tengah keadaan yang gelap itu, Ayub berkata, “Aku tahu: Penebusku hidup.” Inilah iman yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan berpegang kepada siapa Tuhan itu.
Kita pun dapat mengalami masa ketika doa terasa belum dijawab, jalan keluar belum terlihat, dan hati mulai lelah. Pada saat seperti itu, iman diuji. Apakah kita hanya percaya ketika semuanya berjalan baik, atau tetap percaya ketika kita belum memahami maksud Tuhan?
Bayangkan seseorang berjalan pada malam hari dengan sebuah lampu kecil di tangannya. Lampu itu tidak menerangi seluruh jalan sampai tujuan, tetapi cukup untuk menunjukkan langkah berikutnya. Demikian juga iman. Tuhan tidak selalu menunjukkan seluruh rencana-Nya sekaligus, tetapi Ia memberi terang yang cukup agar kita tetap melangkah bersama-Nya.
Ada tiga hal yang dapat kita pegang dari firman hari ini. Pertama, yakinlah bahwa Penebus kita hidup; Tuhan bukan sekadar kenangan masa lalu. Kedua, jangan biarkan penderitaan menentukan pandangan kita tentang kasih Tuhan. Ketiga, tetaplah berharap, sebab Tuhan sanggup bekerja bahkan ketika mata kita belum melihat jawabannya.
Inspirasi hari ini sederhana namun kuat: iman bukan berarti kita tidak menangis, melainkan kita tetap percaya di tengah air mata. Ayub mengajarkan bahwa harapan kepada Tuhan dapat bertahan bahkan ketika semua penopang dunia runtuh. Pengharapan itu menolong kita tetap berdoa, mengasihi, dan melakukan yang benar meskipun hati sedang terluka.
Karena itu, apa pun pergumulan kita hari ini, jangan menyerah. Peganglah pengakuan ini dengan teguh: Penebus kita hidup. Di dalam Kristus, selalu ada harapan, pemulihan, dan masa depan yang berada dalam tangan Tuhan. Kita mungkin belum melihat jawaban hari ini, tetapi Tuhan yang hidup memegang hari esok kita.
Penulis
Pdt. Jarnata Sirait, S.Th
Gr. Tumpal Sitanggang
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M