Jumat, 18 September 2026 - Melayani Dalam Penyertaan
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Daily Bread
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18)
Saudaraku yang dikasihi Yesus Kristus Raja Gereja, apa yang menyebabkan kita bersukacita ? Kita bersukacita sering kali karena apa yang kita inginkan tercapai; kita lepas daripada marabahaya atau kecelakaan; atau bahkan kita mendapatkan lebih daripada yang kita harapkan. Jika sebaliknya terjadi, mampukah kita bersukacita ? Mampukah kita bersukacita bila apa yang kita harapkan tidak tercapai ? Mampukah kita bersukacita bila silih berganti kecelakaan dan penderitaan hinggap dalam hidup kita ? Mampukah kita bersukacita bila yang kita nanti-nantikan tidak kunjung tiba ?
Firman Tuhan hari ini memberitakan: sukacita orang percaya tidak terletak pada seberapa banyak yang dia terima dalam hidupnya. Sekalipun apa yang dia harapkan tidak tercapai; kekecewaan demi kekecewaan menimpa hidupnya; bahkan hidupnya terdesak hampir mati, sukacitanya tidak akan padam karena dia percaya Allah akan menyelamatkannya. Hanya penyertaan Allah sajalah yang membuat dia bersukacita dalam menjalani hari-harinya. Dia percaya, bahwa Allah tidak akan mengecewakan hidup orang yang setia kepadanya. Bila Tuhan menginginkan dia lepas, maka ia akan lepas. Tetapi bila Tuhan menginginkan dia untuk tetap menghadapi penderitaan itu, dia akan setia menghadapinya.
Hendaknya kita juga demikian dalam hidup ini, bahwa sukacita kita tidak hanya terletak pada pemenuhan segala apa yang kita inginkan, tetapi juga terletak pada kesetiaan terhadap apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. Iman percaya kita hendaknya seperti iman Habakuk, yang percaya akan kuasa Tuhan yang senantiasa menyertai dan melindungi kita. Ingatlah, walau dunia ini mengecewakan kita, Allah tidak akan pernah mengecewakan orang yang selalu berseru dan berharap akan pertolonganNya. Tidak ada satu peristiwapun yang terjadi tanpa sepengetahuanNya.
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th