(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Rabu, 23 September 2026 - TUHAN ADALAH KEADILAN

23 Sep 2026 00:30 👁 10 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Rabu, 23 September 2026 - TUHAN ADALAH KEADILAN

Tetapi Tuhan adil ditengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!(Zefanya 3 : 5).

Jemaat yang dikasihi Tuhan, sungguh sulit mencari keadilan ditengah-tengah dunia ini. Jika kita berharap pada hakim, ternyata hakim pun bisa berbuat tidak adil bahkan berbuat curang. Hakim bisa berbuat kelaliman, juga para penguasa, para pemuka,  bahkan orang – orang terhormat. Pada ayat 3 – 4 secara gamblang dikatakan : “ Para pemukanya ditengah-tengahnya adalah singa yang mengaum,, para hakimnya adalah serigala pada waktu malam, yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari. Para nabinya adalah orang – orang yang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum taurat. Ditengah-tengah situasi Yehuda dan segenap penduduk Yerusalem yang seperti ini, bangkitlah murka Tuhan. Maka firman Tuhan melalui nabi Zefanya untuk disampaikan kepada penduduk Yerusalem bahwa Tuhan akan mengacungkan tangan pada mereka, yang berarti bahwa Tuhan akan menghukum Yehuda dan penduduk Yerusalem. Maka diserukan nabi Zefanya pada bangsa itu agar mencari Tuhan, mencari keadilan, mencari kerendahan hati, melakukan hukumNya (Psl 2 : 3).

Jemaat yang dikasihi Tuhan, disekitar kita, dalam dunia saat ini, yang kita temui adalah ketidakadilan, kebohongan, kepalsuan, pengingkaran, kemunafikan, pembodohan, penistaan, kejahatan, kelaliman. Seperti keadaan penduduk Yerusalem pada waktu itu.  Maka sungguh tepat firman Tuhan ini yang mengatakan Tuhan adil ditengah-tengahnya, pagi demi pagi Ia memberi hukumNya. Itu berarti hanya Tuhan saja yang Adil dan Ber-keadilan, maka hukum Tuhan lah yang sepatutnya kita ikuti dan jalan kan yaitu FirmanNya. Sepatutnyalah sebagai orang percaya, sebagai pengikut Yesus,  hidup kita tidak lagi penuh kebohongan dan kepalsuan, tidak lagi acuh tak acuh terhadap kebenaran, tidak lagi pandang enteng terhadap ketidakadilan. Tidak hidup dalam kelaliman dan berbuat kejahatan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, saya teringat sebuah lagu yang syairnya seperti ini : “Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mataMu; dengan apakah kubalas Tuhan, slain puji dan sembah Kau”. Sepatutnyalah memang, hidup kita diisi dengan memuji dan menyembah, dengan tidak memberi kesempatan untuk berbuat kejahatan dan pelanggaran dihadapan Tuhan.Menegakkan hukumNya, berbuat keadilan, dan berbuat lebih baik dari hari ke sehari, mengucap syukur untuk kasih dan kesetiaan Tuhan. Jangan seperti orang lalim yang tidak kenal malu, semuanya dilanggar dan dibelokkan. Firman Tuhan saat ini mengajak kita berbuat adil ditengah-tengah ketidakadilan, rendah hati ditengah – tengah kesombongan, dan peduli ditengah – tengah kasih yang semakin dingin, menjadi lentera ditengah-tengah kegelapan.Amin

Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M

Penulis

Pdt. Linda Silaban, S.Th., M.M

Artikel Lainnya