Rabu, 13 Mei 2026 - IMAN DENGAN PERBUATANNYA
Gr. Tumpal Sitanggang
Daily Bread
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." (2 Tawarikh 7:14)
Saudara ku yang terkasih dalam Yesus Kristus! Dalam hiruk-piruk kehidupan modern, kita sering kali mendambakan pemulihan-pemulihan hubungan, kesehatan, keuangan, atau kedamaian batin. Kita mencari jawaban di mana-mana, namun sering melupakan satu-satunya "formula" ilahi yang ditawarkan Tuhan.
Langkah pertama bukanlah tentang melakukan hal besar, melainkan melepaskan segalanya. Merendahkan diri berarti mengakui, "Tuhan, aku tidak mampu. Aku butuh Engkau." Sering kali, keangkuhan membuat kita merasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Kemerdekaan rohani dimulai saat kita berani sujud dan mengakui kelemahan kita di hadapan Allah. Tuhan tidak menginginkan kita hanya untuk "meminta" (pray), tetapi "mencari wajah-Nya" (seek my face). Mencari wajah Tuhan berarti mengutamakan kehadiran-Nya di atas solusi atas masalah kita. Saat kita memprioritaskan hubungan dengan-Nya, pemulihan akan mengikuti secara alami. Dalam ayat 14 ini kata "berbalik" adalah inti dari pertobatan. Ini bukan sekadar penyesalan karena ketahuan bersalah, melainkan komitmen untuk meninggalkan jalan yang tidak berkenan kepada Allah. Ini adalah tindakan nyata untuk berbalik dari dosa, meninggalkan sikap kompromi dengan dunia, keegoisan, dan sikap acuh tak acuh kembali ke jalan kebenaran Tuhan. Tuhan memberikan janji bersyarat yang pasti: “jika” kita melakukan hal tersebut, “maka” Tuhan akan mendengar dari surga, mengampuni, dan memulihkan negeri kita. Pemulihan yang Tuhan tawarkan bersifat total - menyembuhkan jiwa, memperbaiki relasi, dan mendatangkan kedamaian.
Saudaraku! Apakah hidup anda kering terasa kering? Apakah komunitas atau keluarga bahkan jiwa anda membutuhkan sentuhan Tuhan? Hari ini adalah kesempatan untuk kembali. Hidup kita akan dipulihkan Allah yang maha pengasih, bertobatlah - kembalilah ke jalan kebenaran Allah. Dan pertobatan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan terbesar seorang beriman untuk mengalami lawatan Tuhan kembali. Amin (JRT)
Penulis
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Gr. Tumpal Sitanggang
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
Pdt. Augustina Simaremare, S.Th