Rabu, 21 Oktober 2026 - TEKUNLAH DALAM DOA
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Daily Bread
“Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia” (2 Samuel 24:14)
Jemaat yang dikasihi Allah, banyak saat ini menyangkal kekuasaan dan campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Seolah-olah apa yang dia miliki dan capai di dunia ini, hanya oleh karena pintar dan kuatnya saja. Orang-orang seperti inilah yang selalu tinggi hati karena segala pencapaiannya di dunia ini. Dia akan mudah merendahkan orang lain karena apa yang dimilikinya. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Tuhan, sebab Tuhan menyukai orang yang menyadari kehadiran Tuhan dan merendahkan hatinya, sebanyak dan setinggi apapun yang dia miliki.
Daud dalam kecongkakan hatinya merasa hebat sendiri, merasa bahwa kejayaan dan kemakmuran yang dimiliki orang Israel karena dia adalah rajanya. Dia merasa bahwa setiap peperangan yang dia menangkan karena kuat dan perkasanya. Inilah yang membuat Allah marah dan memberitakan nubuatan hukuman kepada bangsa Israel melalui nabi Gad. Karena berita hukuman itu, Daud tersadar, bahwa hanya karena pertolongan dan berkat Tuhan lah bangsa Israel mencapai kemakmuran dan kerjayaan. Daud menjadi bersusah hati oleh karena kecongkakan dan tinggi hatinya. Dengan kesungguhan hati, dia memohon pengampunan dari Tuhan, sebab dia menyandarkan dirinya kepada manusia bukan kepada Tuhan.
Jemaat yang terkasih, sadar atau tidak sadar kita sering seperti Daud ini, merasa congkak dan tinggi hati. Persoalannya adalah, maukah kita mengubah pola pikir dan hati kita seperti Daud ? Dimana dia menyesali dosanya dan memohon pengampunan Tuhan ? Jujurlah kita kepada Tuhan, menyadari keberdosaan dan penyangkalan kita selama ini atas kuasa Tuhan. Datanglah kepadaNya dengan rendah hati seraya memohon pengampunan. Tunjukkanlah pertobatan yang sungguh dan tulus, sebelum atau saat Tuhan menjatuhkan peringatan atau hukumannya kepada kita. Ketika Tuhan melihat kesungguhan dan ketulusan kita itu, percayalah: Tuhan akan memulihkan hidup orang yang sungguh-sungguh mau bertobat. Amin
Penulis
Pdt. Mangatur J Simanungkalit, S.Th
Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th
Pdt. Jusuf Roy Turnip, S.Th
Pdt. Santy Elfrida Sitompul, S.Th