(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Daily Bread

Jumat, 8 Mei 2026 - TUHAN SAHABAT YANG BAIK

08 May 2026 00:30 👁 33 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Jumat, 8 Mei 2026 - TUHAN SAHABAT YANG BAIK

 “Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.” (Filemon 1: 15-16)

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Surat Paulus kepada Filemon hendak menanyakan kepada Filemon: apakah Filemon bisa menjadi saudara bagi Onesimus menjadi sesama orang beriman. Onesimus yang pernah menyakiti hati Filemon. Menjadi sahabat bagi sesama jika semua baik-baik saja atau dalam keadaan sukacita memang mudah. Bagaimana jika ia menyakiti kita? Dapatkah kita mengasihinya dengan segenap hati? Tuhan sudah menjadi sahabat bagi kita karena kata pemazmur: Mazmur 37:3-4 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Semakin dewasa, kita sering menyadari bahwa lingkaran pertemanan cenderung mengecil, tapi justru semakin berkualitas. Ini bukan karena kita tidak lagi menghargai banyak orang, melainkan karena waktu, energi, dan nilai-nilai kita mulai terfokus pada hubungan yang benar-benar bermakna tanpa banyak drama. Memiliki pertemanan yang sehat adalah salah satu berkat terbesar yang Tuhan berikan dalam hidup. Pertemanan yang dibangun di atas dasar iman yang kuat akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan saling mengingatkan akan kebaikan-Nya setiap hari.

Dalam perjalanan, persahabatan kita bukan tidak ada tantangan, ada pernah kami berselisih paham. Ketika terjadi perbedaan pendapat atau kesalahan terjadi, kita belajar untuk saling memahami dan mengampuni, sebagaimana Kristus telah mengampuni kami. Dalam proses ini, kami diajarkan untuk semakin dewasa, baik secara emosional maupun rohani, karena kasih karunia Tuhan mengajarkan kita untuk hidup dalam kerendahan hati dan kesabaran.  Jadilah sahabat yang baik bagi sesame terlebih kepada Tuhan. Amin (ARS)

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th

Penulis

Pdt Alfi Ade Riyandhi Sitorus, S.Th

Artikel Lainnya