(061) 4511325 [email protected] Jl. Jend. Sudirman No. 17A, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Renungan & Khotbah

Minggu, 5 April 2026 - MENGHIDUPI KEBANGKITAN KRISTUS!

04 Apr 2026 23:50 👁 535 views
Bagikan:
WhatsApp Facebook Gmail X
Minggu, 5 April 2026 - MENGHIDUPI KEBANGKITAN KRISTUS!

MENGHIDUPI KEBANGKITAN KRISTUS  !
(1 Korintus 15:1-11)

Bapa ibu saudaraku yang kekasih, dengan penuh kasih mesra perkenankanlah kami menyampaikan: Selamat Paskah bagi kita semua ! Yesus telah bangkit pada hari yang ketiga. “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu ? Hai maut, di manakah sengatmu ?” (1 Korintus 15:54-55). Sengat maut dan kematian telah dipatahkan dan dikalahkanNya.

Paskah (dari kata Ibrani “pasakh”), berarti: Allah melewatkan dan menghantarkan kita ke dunia seberang bersama Tuhan. Tuhan membawa kita keluar dari kegelapan dan menghantar kita kepada terang serta keselamatan bersama Tuhan, dari perbudakan dosa kepada keselamatan di dalam Kristus.  

Kebangkitan adalah kepastian dan garansi pengampunan dosa dan keselamatan kita, Kebangkitan menjadi bukti historis karya kemenangan Allah menaklukkan sengat dosa dan maut. Kebangkitan adalah fakta sejarah, sehingga kita dapat percaya dan terus percaya kepadaNya (“so that we can believe and continue to believe”). Kematian bukan kata terakhir untuk setiap orang percaya, tetapi kebangkitan dan kemenangan bersama Kristus.

Kebangkitan adalah titik berangkat iman kita. Kata Paulus: “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah kepercayaan kamu” (ayat 14). Bila Kristus tidak bangkit, tak ada gunanya kita berdoa, karena Dia tidak mendengar doa kita; tidak ada gunanya membaca Alkitab, karena firmanNya tidak berkuasa. Bila Kristus tidak bangkit, tidak ada gunanya kita percaya, sebab Dia adalah pahlawan yang gugur di medan perang.

Saudaraku yang kekasih ! Mengapa Paulus berbicara tentang kebangkitan ? Jemaat Korintus dari latarbelakang Yahudi, telah dipengaruhi ajaran Saduki, yang tidak mengakui ajaran entang kehidupan setelah kematian, yakni kebangkitan. Berarti kebangkitan Yesus pun diyakini tidak ada. Hal ini tentu mengacaukan dan memicu keresahan jemaat. Maka Paulus mengingatkan agar mereka teguh kepada Injil yang telah diberitakan (ayat 1) sekaligus hidup teguh di dalam (“on which you stand”) Injil Keselamatan itu (ayat 2).

Ada beberapa ajaran sesat yang hendak meruntuhkan iman kita akan kebangkitan Yesus. Misalnya: i): Gnostik menyebut Yesus tidak benar-benar mati disalibkan, tetapi seseorang yang mirip wajahnya dengan Yesus, dan dalam sekejab Yesus sudah terangkat ke surga sebelum penyaliban. ii): Teori dan rekayasa pencurian mayat Yesus, sehingga Dia tidak benar-benar bangkit. iii) Ketiga: Teori halusinasi, bahwa para murid dan Perempuan itu mengalami halusinasi (“paberengberengon”), sehingga Yesus tidak benar mati dan bangkit. iv): Teori salah kuburan, bahwa makam Yesus itu salah lihat, itu adalah makam orang lain yang sudah digali. v): Rekayasa para murid, yang mengarang cerita bahwa Yesus itu bangkit.

Ia telah dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci (ayat 3-4). Buktinya adalah kubur yang kosong, kain kafan terlipat rapi, dan batu penutup kubur telah terguling. Bahkan Ia telah menampakkan diri ke berbagai golongan, baik secara pribadi, kelompok dan komunitas, kepada Kefas, kepada ke-12 muridNya, kepada lebih 500 saudara/i sekaligus, kepada Yakobus lalu kepada Paulus (ayat 5-8). Penampakan diri Yesus ini sungguh adalah bukti kebangkitanNya, sebagai fakta historis yang mustahil diingkari.

Paulus mengaku bahwa dialah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, karena telah menganiaya jemaat Allah (ayat 9). Dia merasa tidak layak, namun telah dilayakkan oleh Tuhan lewat kasih karuniaNya. Memang, tanpa Kristus, kita tidak ada apa-apanya. Tanpa Kristus, kita bukanlah siapa-siapa (ayat 10). Namun, kasih karunia itu tidak sia-sia, karena oleh karena kasih karunia itulah dia telah bekerja lebih keras ketimbang mereka semua (“gumodang do na huulahon sian nasida saluhutna”).

Kebangkitan itu bahkan dapat kita Imani lewat persekutuan kita sebagai orang Kristen setiap hari Minggu, bukti riil kebangkitan itu. Kita bukan lagi mengingat hari peristirahatan Tuhan lewat Sabbat, tetapi mengacu kepada hari kebangkitan “Minggos” itu sendiri. Saat iman kita tetap bertahan, itu hanya terjadi oleh karena  kebangkitan Yesus itu sendiri.

Kristus telah bangkit. Marilah kita bangkit menjadi muridNya. KebangkitanNya membuat kita menjadi missioner, melayani lebih giat dalam pekerjaan Tuhan (1 Kor 15:58). Marilah kita juga bangkit bersama Kristus dengan menghidupi kebangkitanNya dalam hidup keugaharian kita. Bersaksi menjadi gaya hidup keugaharian kita, dengan memberitakan Injil, lewat tutur kata yang menyembuhkan maupun dengan kinerja kita yang terbaik dan terhormat. Kita bangkit menjadi saksi Kristus untuk melanjutkan terus karya pemberitaan Injil (“ongoing ministry”) dalam setiap detak nadi dan degup jantung kita.

Selamat Paskah ! Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Amin !

Pdt. Banner Siburian

Penulis

Pdt. Banner Siburian

Artikel Lainnya