“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” (Yunus 1:2)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus! Firman Tuhan memberikan kepada kita panggilan: “Bangunlah”: Panggilan Keluar dari Zona Nyaman. Tuhan memulai perintah-Nya kepada Yunus dengan satu kata: “Bangunlah”. Ini bukan sekadar membangunkan dari tidur fisik, melainkan panggilan untuk bangkit dari zona nyaman, dari kepasifan, dan dari keengganan untuk bertindak. Seringkali, panggilan Tuhan dalam hidup kita, baik untuk melayani, mengampuni, atau untuk hidup jujur, terasa mengganggu ketenangan kita. Tuhan menginginkan respons yang aktif, bukan penundaan. Apakah hari ini kita masih tertidur dalam ketidaktaatan, atau sudah “bangun” untuk merespons sapaan-Nya?
“Pergilah ke Niniwe”: Menuju Tempat yang Kita Hindari. Niniwe adalah ibukota Asyur, musuh bangsa Israel, tempat kejahatan merajalela. Mengutus Yunus ke sana sama saja dengan meminta kita berbuat baik kepada orang yang kita benci atau melayani di lingkungan yang tidak kita sukai. Panggilan Tuhan seringkali membawa kita ke tempat yang “tidak nyaman”. Ini menguji kasih kita: Apakah kita hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita? Niniwe mewakili panggilan untuk mengasihi yang sulit dikasihi dan membawa terang di tempat gelap.
“Berserulah”: Kesempatan Pertobatan bagi Sesama. Tuhan tidak mengutus Yunus untuk sekadar menghancurkan, tetapi untuk “berseru” memberi peringatan agar mereka bertobat. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan yang adil adalah juga Tuhan yang panjang sabar, yang memberikan kesempatan kedua. Panggilan kita adalah menjadi alat-Nya untuk membawa berita kasih dan pertobatan, bukan menjadi hakim atas kejahatan sesama. Kejahatan Niniwe sudah sampai kepada Tuhan, namun kasih-Nya mendahului murka-Nya.
“Karena Kejahatannya Telah Sampai kepada-Ku”: Allah yang Melihat dan Peduli. Kalimat ini menegaskan bahwa tidak ada kejahatan atau penderitaan yang luput dari pengamatan Allah. Seringkali kita merasa dunia ini jahat dan Tuhan diam. Namun, ayat ini meyakinkan kita bahwa Tuhan peduli dan Ia bertindak melalui utusan-utusan-Nya. Panggilan-Nya untuk kita pergi adalah tanda bahwa Ia ingin memakai tangan dan suara kita untuk menjangkau mereka yang sedang hancur. Bangunlah, pergilah ke “Niniwe” Anda ke tempat yang Tuhan panggil, bahkan jika itu menakutkan atau sulit. Amin (JRT)


