“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” (Daniel 1 : 8)
Daniel menetapkan dalam hatinya untuk tidak menajiskan diri, sebuah keputusan yang lahir dari iman dan komitmen kepada Tuhan di tengah tekanan budaya yang berbeda dan godaan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak sejalan dengan kehendak Allah.
Sikap Daniel mengajarkan bahwa kesetiaan dimulai dari keputusan pribadi yang tegas, bahkan dalam hal-hal kecil, sebab integritas tidak dibentuk saat keadaan mudah, melainkan ketika kita berani berdiri teguh di tengah tantangan dan kompromi.
Karena itu, kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang teguh dan takut akan Tuhan, menjaga kekudusan hidup, serta berani berkata tidak pada hal yang salah, sehingga melalui keteguhan iman, nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita. Amin. (SES)


