“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.” (Yehezkiel 3:17)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami. Kiranya kasih karunia Tuhan senantia menaungi hidup kita. Saudaraku! Dalam arsitektur kuno, penjaga menara (watchman) memiliki peran yang hidup atau mati. Mereka tidak tidur. Mata mereka menatap kegelapan, telinga mereka peka pada setiap derap kaki mencurigakan. Jika musuh datang dan penjaga membunyikan sangkakala, kota selamat. Jika penjaga diam, kota binasa dan nyawa penjaga itu taruhannya.
Saudaraku dalam Kristus Yesus! Kita seluruh orang Percaya adalah Yehezkiel modern, setiap orang yang percaya; sebagai “penjaga” di tengah zaman yang semakin menjauh dari kebenaran. Ada 3 Krakter penjaga yang diharapakan Tuhan dari kita sebagai Yehezkiel Modern
Dengarkan Dulu, Baru Bicara (Intimasi dengan Tuhan). Tugas penjaga dimulai dari pendengaran. Sebelum menegur atau memperingatkan sesama, Yehezkiel diperintahkan: “Bilamana engkau mendengar firman dari mulut-Ku…”. Kita tidak bisa menjadi penjaga yang efektif jika kita sendiri jauh dari sumber firman. Peringatan yang kita bawa bukanlah pendapat pribadi, bukan pula penghakiman manusia, melainkan kebenaran Allah yang murni. Dari suara Tuhan kita akan mampu bertindak dan menyuarakan suara kebenaran Allah.
Keberanian untuk Menegur (Kepedulian yang Sejati). Menjadi penjaga itu tidak populer. Menegur dosa sesama, mengingatkan keluarga atau teman yang salah jalan seringkali menghasilkan penolakan atau kebencian. Namun, Yehezkiel 3:17-18 menegaskan bahwa diam ketika melihat sesama melangkah menuju kehancuran adalah kelalaian serius. Kasih yang sejati tidak membiarkan sesama binasa dalam kesalahannya; kasih yang sejati berani memberi peringatan.
Pertanggungjawaban di Hadapan Tuhan. Tugas ini memiliki beban tanggung jawab yang berat. Tuhan menuntut darah mereka yang tidak diperingatkan dari tangan penjaga. Ini bukan tentang memaksa orang bertobat, karena pertobatan adalah urusan mereka dengan Tuhan. Tugas kita ialah setia menyampaikan, agar mereka memiliki kesempatan untuk berbalik. Amin. (PP)


