KASIH ALLAH BESAR AKAN DUNIA INI
(Yohanes 3:1-17)
Selamat minggu Reminiscere bagi kita semua. Salam sejahtera dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kita !
Entah kenapa, Nikodemus datang pada Yesus pada malam hari. Gelap ! Cara kedatangannya tak sesuai dengan arti namanya: Nikodemus, artinya: ‘Penakluk orang-orang’. Barangkali takut ketahuan sama orang bahwa dia ketemu Yesus. Kala itu, Yesus dianggap sebagai pengacau dan pembawa ajaran yang keliru.
Biasanya, Yesus bertemu dengan orang-orang biasa saja. Kali ini sungguh berbeda. Yesus ditemui oleh seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi. Dia adalah salah satu dari anggota Majelis Sanhedrin, sang penguasa Yahudi saat itu, seorang dari 70 dewan pengadilan Yahudi, lembaga pengadilan tertinggi saat itu.
Mungkin dia belum ingin mempertaruhkan diri atau pasang badan dengan mendatangi Yesus pada siang hari. Resikonya besar. Tak bisa disalahkan. Namun, datang pada malam hari, masih jauh lebih baik ketimbang tidak datang sama sekali. Dia mencoba mengatasi prasangka-prasangka itu dengan cara itu.
Ada juga yang memaknai bahwa kedatangannya pada malam-malam adalah menggambarkan manusia yang hidup di dalam kegelapan, dalam dosa dan kejahatan lainnya. Mereka tidak mengenal Yesus sebagai Juruselamat dunia ini. Termasuk memaknai lahir kembali, dimaknai dengan salah seolah masuk kembali ke rahim ibu untuk kemudian dilahirkan kembali.
Ada juga tafsir pemaknaan di sisi lain. Dengan malam hari, pastilah waktunya belajar dari Yesus lebih leluasa. Di situlah letak kehebatannya. Orang terhormat seperti dia, berninisiatif datang kepada Yesus. Bukan didatangi, melainkan mendatangi.
Meski memiliki segala kehormatan, namun di hadapan Yesus, dia merasa ada yang kurang dalam dirinya. Dia orang terhormat, namun tidak gila hormat. Seorang pengajar, namun mau belajar dari Yesus. Seorang pemimpin, tapi mau terpimpin. Meski sibuk, namun bijak membagi waktunya guna mendengar suara Yesus.
Nikodemus mengaku bahwa Yesus adalah Guru yang diutus Allah (ay 2a). Sayang, dasar pengakuannya terlalu dangkal, yakni berdasarkan tanda-tanda yang dibuat Yesus (ay 2b). Inilah yang diiluruskan Yesus, bahwa pokok persoalan bukan soal tanda keajaiban dalam hidup seseorang, tetapi LAHIR BARU atau lahir kembali (ayat 3).
Memang bila dasar pengakuan salah, maka kita juga akan salah mengerti arti lahir kembali atau lahir baru. Bagi orang yang tidak ingin hidupnya diubah, ia akan sengaja tutup mata dan pikiran serta menutup hati akan kuasa yang mengubahnya. Bagi kita kini, Yesus datang dengan tawaran mengubah kita ke arah hidup baru.
Kristus menghendaki kita berubah. Tetapi bukan asal berubah. Perubahan itu harus lahir dari kuasa air dan roh (ay 6). Air itu selalu menghidupkan dan menyucikan; dan Roh akan menguatkan kita hidup dalam hidup baru itu. Kerelaan kita membiarkan roh itu bekerja dalam diri kita, akan memberi dampak yang nampak dan terasa (ayat 8).
Dalam hidup Nikodemus, dampak itu dapat kita baca di Yohanes 7:50-52 dan 19:39-40. Dia bukan lagi berbuat dalam kegelapan, tetapi dalam terang, dan secara terang-tenangan. Dia membela Yesus. Dia memprotes penghukuman Kristus tanpa mendengar Yesus lebih dahulu. Dia juga membawa rempah-rempah buat Yesus. Itulah dampak lahir baru. Nikodemus telah menemukan terang dalam kegelapan malam ! Bagaimana dengan kita ?
Saudaraku yang kekasih ! Kasih Allah sangat besar bagi dunia ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ayat 16). Itulah keselamatan kita. Dan setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal (ayat 15).
Kasih Allah yang besar ditandai dengan pengorbananNya melalui AnakNya yang tunggal. Bukan karena ada dua AnakNya, tetapi satu-satunya. Karena itu pula, Kristus datang menyelamatkan kita dan dunia ini, dan agar kita semua dilahirkan kembali di dalam Dia. Kita tidak cukup dengan embel-embel sebagai sekedar menjadi orang Kristen saja lalu otomatis beroleh keselamatan, tetapi harus benar-benar sebagai orang Kristen yang lahir baru dengan segenap jatidiri dan tindakan yang dibaharui di dalam Kristus.
Kita tidak cukup dan otomatis selamat sebagai status anak Abraham, tetapi berubah dan dibaharui di dalam Kristus.
Melakukan yang baik pun, tidak lagi harus dengan sembunyi-sembunyi, tetapi berbuat baik dengan terus terang.
Kasih Allah sangat besar bagi kita, sehingga kitapun tidak perlu malu atau sembunyi-sembunyi mengaku dan memuliakan namaNya. Kasih Tuhan sangat besar bagi kita, maka kitapun harus meninggalkan segala dosa dan kejahatan. Kasih Tuhan sangat besar bagi kita, maka kita pun senantiasa setia mendengar dan melakukan pengajaran Yesus dalam segenap hidup keugaharian kita. Tidak terkecuali kepada saudara-saudara kita yang tengah mengikuti hari rayacRamadhan dan ibadah puasa tahun 2026 ini.
Semoga Tuhan memberkati saudara dan memberkati kita semuanya. Amin !



