“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,” (Titus 1:7)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita supaya hidup kudus dan berkenan di hadapanNya. Sebab Allah itu kudus, maka setiap orang yang datang kepadaNya untuk menyembah maupun melayaniNya harus hidup kudus. Tindakan Allah ini ibaratkan kita yang tidak akan pernah mencampurkan kain bersih dengan kain kotor yang ada di ember.
Perintah ini juga mengamanatkan bahwa kita semua adalah alat Allah untuk menyatakan diriNya kepada semua makhluk. Sehingga, melalui hidup kita, setiap orang yang belum atau bahkan mau percaya, semakin mengenal dan percaya kepada Allah yang kita sembah. Dengan kata lain, hidup kita harusnya mencerminkan siapa Allah yang kita sembah. Jangan oleh karena hidup kita yang tidak benar, orang-orang yang belum percaya menjauh atau bahkan menghujat Allah yang kita sembah. Mereka melihat dan merasakan, bahwa hidup kita tidak berdampak baik dalam hidup mereka.
Defenisi hidup benar dihadapan Allah itu antara lain: tidak bercacat, artinya segala perbuatan maupun perkataan kita tidak menjadi batu sandungan atau menyakiti orang lain. Tidak angkuh: hidup kita harus penuh dengan rendah hati, sebab dengan rendah hati maka kita meninggikan Allah dengan segala sesuatu yang kita miliki. Bukan pemberang: perkataan kita harus penuh dengan kelemah lembutan dan jangan mudah tersinggung. Bukan peminum: sebab orang peminum lebih dekat pada pencobaan yang membuat dia jatuh kedalam dosa. Bukan pemarah: dimana kita harus memberi jawab atau menanggapi segala sesuatu dengan hati yang jernih dan hikmat dari Tuhan. Tidak meledak-ledak atau tidak bisa mengontrol apa yang diucapkan sehingga dapat menyakiti hati sesama. Tidak serahak: kita harus mensyukuri apa yang kita miliki dan menikmatinya. Jangan sekali-kali mengingini apa yang bukan hak dan milik kita.


