“TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.” (Ratapan 2: 17 )
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Sebagai umat Allah, kita harus siap mendengar kebenaran yang harus kita dengar walaupun terasa tidak sedap di telinga kita. Ketika kita mampu menerimanya di saat itulah kita siap dipulihkan dan dibentuk Allah menjadi pribadi yang makin berkenan di mata Allah dan sesama. Hal inilah yang seharusnya menjadi pergumulan dan pelajaran penting bagi hidup kita, bahwa tidak seharusnya kita senang hidup dalam dosa, apalagi menjadikan dosa sebagai gaya hidup. Sebaliknya menyesal dan berdukalah atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Bertobat bukan hanya terucap di bibir saja, namun juga mampu dinyatakan dalam perbuatan sehari-hari.
Meskipun ratapan ini tidak ditutup dengan perasaan putus asa. Namun, di tengah situasi seperti itu, umat diajak untuk membuka diri dan berteriak kepada Tuhan dengan tangisan penyesalan sambil berharap pada belas kasih Allah (18-22). Walau Allah bertindak keras, tetapi Ia tidak pernah menyangkal kasih setia-Nya. Pengharapan ini terjawab tuntas dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Murka Allah telah ditanggung oleh Kristus. Itu sebabnya dalam Kristus ada kasih, pengampunan, dan pemulihan. Marilah kita bertekad untuk tidak berkompromi dengan dosa dan sungguh-sungguh mencari Allah. Janganlah kita jemu-jemu saling mengingatkan supaya kita tidak terjatuh dalam dosa. Jagalah kesetiaan kepada Allah agar kita selalu terpelihara dalam kasih dan rahmat-Nya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita menjadi perantara bagi orang untuk percaya kepada Tuhan melalui hidup kita? Ataukah kita seperti nabi-nabi palsu yang membelokkan iman orang yang percaya kepada Tuhan? Jadilah jembatan supaya orang beriman kepada Tuhan, jangan jadi tembok yang menghalangi mereka karena itu jaga hidup kita supaya menjadi kesaksian yang hidup tentang Tuhan dalam hidup kita. Amin. (ARS)


