Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. (1 Timoteus 1:5)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Rasul Paulus menegaskan tujuan pengajaran Kristen dengan sangat jelas: “Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa inti iman Kristen bukan sekadar pengetahuan, aturan, atau aktivitas rohani, melainkan kasih yang nyata dan hidup.
Inspirasi dari firman ini menolong kita mengevaluasi arah hidup beriman kita. Kita bisa rajin beribadah, aktif melayani, bahkan fasih berbicara tentang firman Tuhan, tetapi jika semua itu tidak menghasilkan kasih, maka kita telah melenceng dari tujuan yang sejati. Kasih yang dimaksud Paulus bukanlah kasih yang dibuat-buat, melainkan kasih yang mengalir dari hati yang telah disentuh dan dibaharui oleh Tuhan.
Garis besar renungan ini sederhana namun mendalam. Pertama, kasih yang sejati lahir dari hati yang suci, yakni hati yang mau dibersihkan dari kepentingan diri, iri hati, dan kebencian. Kedua, kasih itu bertumbuh dari hati nurani yang murni, artinya hidup yang jujur, bertanggung jawab, dan selaras antara iman dan perbuatan. Ketiga, kasih tersebut berakar pada iman yang tulus, iman yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus dan hidup bergantung penuh kepada-Nya.
Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah mata air di pegunungan. Jika sumbernya bersih, maka air yang mengalir ke hilir pun jernih dan menyegarkan. Namun jika sumbernya tercemar, air itu akan membawa kotoran ke mana-mana. Demikian pula hidup kita. Bila hati kita dipenuhi oleh kasih Kristus, maka perkataan, sikap, dan tindakan kita akan memancarkan kasih yang membangun orang lain.
Melalui firman ini, kita diajak untuk tidak berhenti pada rutinitas rohani semata. Marilah kita memohon agar Tuhan memurnikan hati, membersihkan nurani, dan meneguhkan iman kita. Dengan demikian, hidup kita benar-benar menjadi kesaksian tentang kasih Kristus yang menghidupkan dan memberkati banyak orang. Amin.


