Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. (Filipi 2: 9)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Dalam kehidupan manusia nama adalah identitas, kehormatan, reputasi. Orang tua memberikan nama dengan harapan agar anaknya berhasil, dihormati, dikenang dan membawa kebaikan. Namun seiring waktu, kita belajar satu hal yang penting nama besar tidak selalu berarti hidup yang benar, dan nama yang tidak dikenal tidak berarti hidup yang sia-sia. Ditengah dunia yang sibuk membangun nama diri, firman Tuhan memberikan perenungan buat kita apalah arti sebuah nama? Nama bisa diangkat karena pencitraan, tetapi juga bisa runtuh oleh satu kesalahan. Nama bisa viral hari ini, namun dilupakan esok hari. Namun Alkitab menunjukkan perspektif yang berbeda bahwa Allah tidak menilai manusia dari kebesaran nama, melainkan dari ketaatan hati.
Dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi pasal 2, Rasul Paulus menggambarkan sebuah kebenaran yang sangat dalam yaitu Yesus, yang setara dengan Allah, tidak mempertahankan nama-Nya, tetapi justru mengosongkan diri-Nya. Ia rela menjadi manusia biasa, hidup sederhana, dihina, disalibkan seperti penjahat. Secara manusia, Nama Yesus tampak hancur di kayu salib. Ia dicemooh, ditolak, bahkan disalibkan di antara orang berdosa. Namun firman Tuhan berkata: “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia…” Apa sebabnya? Karena kerendahan hati dan ketaatan-Nya.
Ketika Allah mengaruniakan kepada Yesus Nama di atas segala nama, itu artinya otoritas tertinggi ada pada-Nya, tidak ada satu nama pun yang dapat menandingi-Nya, nama Yesus kekal sampai selama-lamanya. Hari ini mungkin masih ada orang yang menolak Nama itu, namun firman Tuhan menegaskan setiap lidah akan mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan. Nama manusia akan berlalu, pujian akan berhenti, dan dunia akan berubah, tetapi Nama Yesus tetap sampai selama-lamanya. Amen (ES)


