“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.” (1 Tesalonika 1:3)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Jemaat di Tesalonika adalah buah karya penginjilan rasul Paulus. Banyak orang bertobat dan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, padahal sebelumnya mereka adalah penyembah berhala. Namun oleh kemurahan Kristus, mereka menjadi kuat dan bertambah banyak. Mereka memberi diri sepenuhnya membantu Paulus dalam pelayanan penginjilannya, baik di Tesalonika, maupun hingga ke provinsi Makedonia, Akhaya serta daerah lainnya. Inilah yang membanggakan Paulus.
Saudaraku ! Ketika rasul Paulus sedang berada di Korintus, dia menuliskan surat ini kepada jemaat Tesalonika sebagai apresiasinya atas komitmen dan konsistensi mereka memberitakan Injil serta ketaatan mereka pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Maka, di ayat ini Paulus menyatakan syukurnya kepada Allah dengan selalu mengingat mereka dalam doa-doanya. Paulus bersyukur ketika mengingat buah-buah iman dan usaha kasih dalam ketekunan pengharapan jemaat Tesalonika, di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku, melalui nas ini kita dapat belajar dari Paulus yang memberikan teladan hidup yang benar sebagai seorang hamba Tuhan dalam hubungannya dengan jemaat, yakni cara hidup yang bersyukur dan berdoa. Bahkan ketika Paulus mengingat keteladanan iman jemaat Tesalonika, dia mengucap syukur kepada Allah. Berapa banyak orang yang cepat melupakan bahkan tidak ingin mengakui kebaikan orang lain atau bahkan merasa iri terhadapnya? Namun, Paulus justru bangga dan tetap mendoakan teladan iman jemaat Tesalonika agar senantiasa pengharapan mereka tetap dalam Kristus. Maka, mari kita saling mendoakan dan saling mendukung dalam teladan iman di setiap apapun yang kita kerjakan. Jauhkan iri, cemburu, kesombongan, bahkan sikap yang memandang kebaikan orang lain sebagai persaingan, itu bukan teladan iman. Amin! (AS)


