“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa menaungi hidup kita. Saudaraku! Pernahkah kamu merasa bingung dan tidak tahu harus melangkah ke mana? Seperti berdiri di persimpangan jalan tanpa peta. Kita semua mungkin pernah mengalaminya. Di zaman ini, kita terbiasa mengandalkan logika dan perhitungan sendiri. Kita membuat rencana A, B, bahkan sampai Z. Kita googling, bertanya ke sana-sini, membaca semua artikel yang ada. Bukan salah memang, tapi ada bahaya tersembunyi di sini: kita bisa jadi terlalu percaya pada kepintaran sendiri sampai lupa pada Tuhan.
Amsal 3:5-6 mengajak kita pada sesuatu yang radikal: percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Bukan setengah-setengah. Bukan sambil lalu. Bukan “ya Tuhan, tapi…” Segenap hati artinya total, utuh, tanpa reserve. “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” bukan berarti kita tidak berpikir. Justru karena Tuhan tahu kita cenderung terlalu percaya pada logika terbatas kita, Ia mengingatkan: ada hal-hal yang melampaui nalarmu. Ada rencana yang lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan.
Bagian paling indah? “Akuilah Dia dalam segala lakumu.” Segala. Bukan hanya saat ibadah Minggu. Bukan hanya saat ada masalah besar. Tapi dalam pekerjaan, kuliah, keputusan kecil sehari-hari, bahkan dalam hal yang menurutmu sepele. Libatkan dan serahkan kepada Tuhan segala percakapanmu, rencanamu, impianmu. Dan janjiNya? “Ia akan meluruskan jalanmu.” Bukan berarti jalan kita akan selalu mulus tanpa hambatan. Tapi jalan kita akan lurus, menuju pada tujuan yang benar, pada kehendakNya yang sempurna.
Hari ini, mungkin kamu sedang menghadapi keputusan sulit. Mungkin kamu bingung dengan masa depan. Atau mungkin kamu merasa sudah terlalu jauh menyimpang dari jalan yang benar. Tidak ada kata terlambat untuk kembali percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Mulai hari ini, serahkan semua kekhawatiranmu, rencanamu, bahkan kegagalanmu kepada Tuhan. Amin ! (JRT)


