“Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem.” (Nehemia 2: 20)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Pemulihan merupakan sebuah proses yang tidak pernah mudah, baik dalam konteks pribadi, komunitas, maupun bangsa. Begitu juga dalam nats ini , Peristiwa dibangunnya kembali tembok Yerusalem tak luput dari peranan Nehemia, yang mendapat visi tersebut. Dalam menghadapi semua tantangan, Nehemia tidak menyerah begitu saja. Perhatikan hal yang dilakukan oleh Nehemia, ia berharap dan berdoa memohon agar Tuhan membuka jalan. Nehemia juga melakukan bagian yang bisa ia lakukan
Nehemia adalah teladan seorang pemimpin yang dipenuhi dengan hikmat, doa, dan tindakan yang penuh perencanaan. Ia tidak tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu, sebab setiap langkah yang diambilnya adalah keputusan besar yang berdampak pada banyak orang. Nehemia senantiasa berserah penuh kepada Tuhan, sehingga Allah sendiri yang menuntunnya dalam memetakan masalah dengan teliti dan menemukan solusi yang tepat untuk setiap tantangan yang dihadapi. Maka marilah kita belajar dari teladan hidup Nehemia, terutama ketika kita menghadapi pergumulan hidup.
Dalam mencapai tujuan tertentu, rencana kita bisa saja diperhadapkan dengan tantangan yang silih berganti. Namun yang sering terjadi adalah kita berupaya begitu keras dengan segala usaha kita. Kita lupa bahwa kita membutuhkan tangan Allah yang maha pemurah itu bekerja di dalam setiap rencana kita. Kita harus menyadari bahwa kita memerlukan tangan Allah yang akan membuat segala hal yang kita rencanakan berjalan sesuai kehendak-Nya. Tanpa campur tangan Tuhan, dapat dipastikan segala upaya kita menjadi sia-sia. Teladan Nehemia mengajarkan kita untuk terus mengandalkan Tuhan dan berusaha melakukan bagian kita. Kita boleh berharap akan tangan Allah yang murah. Sebab Ia adalah Tuhan yang baik dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Amin. (ARS)


