ALLAH AKAN MENEGUHKAN KITA
“Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” (II Raja-raja 2:9)
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Elisa adalah hamba dari nabi Elia, yang dipanggil dan dibekali untuk menggantikan dirinya sebagai nabi sebagaimana Allah perintahkan kepadanya. Ketika masa pembekalan Elia kepada Elisa hendak berakhir (dimana Elia akan terangkat ke Sorga), Elia bertanya kepada Elisa: mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu ? Kemudian Elisa meminta dua bagian dari Roh Elia. Elisa meminta demikian, karena dia sudah menyaksikan bagaimana kuasa Allah bekerja pada diri Elia dalam menyatakan kuasa Allah kepada bangsa Israel. Sebab dengan demikian, Elisa dimampukan menggantikan Elisa sebagai nabi Allah ditengah-tengah bangsa Israel.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berbanding terbalik dengan Elisa dalam Firman Tuhan hari ini. Ketika kita meminta dalam doa dan permohonan kepada Allah: sering kali kita hanya meminta berkat Tuhan melalui hasil pekerjaan yang berlimpah; kesehatan yang sempurna; atau dijauhi segala bahaya. Tetapi kita lupa untuk meminta, kemampuan untuk mengelola berkat Tuhan itu sudah mendatangkan sukacita dan damai sejahtera dalam hidup kita. Tetapi kita lupa untuk memohon kekuatan untuk memakai kesehatan kita itu menjadi berkat juga bagi orang lain. Tetapi kita lupa, mengucap syukur setelah Tuhan melepaskan kita dari mara bahaya yang sudah kita lewati.
Kita harus ingat, tidak ada satu langkahpun dalam kehidupan kita yang bisa kita lewati bila Tuhan tidak berkarya dan menolong kita. Sepintar dan sekuat apapun kita, bila Tuhan tidak bekehendak dan memampukan kita, maka kita tidak dapat lepas dari segala tantangan kehidupan. Maka selalu mohonlah kehadiran dan pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita, sehingga setiap langkah dan rangcangan kehidupan dapat terjadi dan mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sebagaimana yang kita harapkan terjadi. Bila Tuhan berkehendak, lebih daripada apa yang kita harapkan akan nyata terjadi.


