Dikuatkan untuk Menjadi Saksi
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” — Kisah Para Rasul 1:8
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Ayat ini adalah janji sekaligus panggilan. Yesus tidak meminta murid-murid-Nya bersaksi dengan kekuatan sendiri. Ia terlebih dahulu menjanjikan kuasa Roh Kudus. Kuasa ini bukan untuk pamer kemampuan, melainkan untuk menguatkan hati, memberi keberanian, dan memampukan kita hidup sebagai saksi Kristus di mana pun kita berada. Inspirasi utama dari firman ini sederhana namun mendalam: Allah memampukan orang biasa untuk melakukan hal luar biasa. Para murid adalah orang-orang sederhana—nelayan, pemungut cukai—namun ketika Roh Kudus turun, hidup mereka berubah. Ketakutan digantikan keberanian, kebingungan diganti kejelasan, dan keputusasaan diganti pengharapan. Garis besar renungan ini menuntun kita pada tiga kebenaran. Pertama, kuasa Roh Kudus adalah anugerah Allah bagi setiap orang percaya. Kedua, menjadi saksi Kristus dimulai dari tempat terdekat—“Yerusalem” kita—keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sehari-hari. Ketiga, kesaksian sejati bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui hidup yang memancarkan kasih, kebenaran, dan integritas. Bayangkan sebuah lampu kecil di ruangan gelap. Cahayanya mungkin sederhana, tetapi cukup untuk menuntun langkah dan mengusir kegelapan. Demikian pula hidup orang percaya. Ketika Roh Kudus bekerja, kesaksian kita—sekecil apa pun—dapat membawa terang bagi orang lain. Di awal tahun ini, mungkin kita merasa tidak cukup mampu, kurang berani, atau takut ditolak. Firman Tuhan menguatkan kita: kuasa itu datang dari Allah, bukan dari diri kita. Tugas kita adalah taat dan bersedia. Marilah kita melangkah dengan iman, membuka hati bagi karya Roh Kudus, dan hidup sebagai saksi Kristus—mulai hari ini, mulai dari tempat kita berada. Amin.


