CINTA YANG UTUH KEPADA ALLAH
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus Tuhan kita ! Salam dan doa kami semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Saudaraku! Pernahkah kamu jatuh cinta? Kalau pernah, pasti kamu tahu rasanya—pikiran penuh dengan dia, hati berbunga-bunga, semangat menggebu untuk bertemu. Kamu rela bangun pagi, jauh-jauh jalan, bahkan mengalahkan rasa malasmu. Itulah gambaran cinta yang utuh. Nah, bayangkan kalau cinta seperti itu kita berikan kepada Tuhan. Segenap hati berarti tidak setengah-setengah. Bukan cuma di hari Minggu, bukan cuma saat butuh sesuatu, bukan cuma ketika sedang senang. Hati kita penuh dengan Dia—dalam suka dan duka, dalam keramaian dan kesendirian. Segenap jiwa artinya melibatkan seluruh emosi dan kehendak kita. Bukan robot yang menjalankan kewajiban tanpa perasaan. Tapi benar-benar rindu, benar-benar ingin, benar-benar memilih Dia setiap hari. Seperti kita memilih orang yang kita kasihi, lagi dan lagi. Segenap kekuatan berarti mengerahkan seluruh tenaga, waktu, dan kemampuan kita. Apa pun yang kita punya—talenta, uang, waktu—semuanya untuk kemuliaan-Nya. Seperti atlet yang berlatih keras untuk kompetisi, kita hidup dengan maksimal untuk Tuhan. Tapi jujur, ini bukan hal yang mudah. Di tengah kesibukan, tekanan hidup, dan godaan dunia, hati kita mudah terbagi. Kita mencintai karier, mencintai kenyamanan, mencintai pengakuan orang lain. Tuhan seolah hanya dapat sisa-sisa dari hidup kita. Saudaraku! Ayat ini mengingatkan kita: bahwa Tuhan tidak mau menjadi pilihan nomor dua. Dia layak mendapat yang terbaik, yang utama, yang pertama. Dan tahukah kamu? Ketika kita mengasihi Tuhan dengan utuh, hidup kita justru menjadi lebih bermakna. Bukan karena semuanya menjadi sempurna, tapi karena kita menemukan alasan di balik setiap perjuangan, kekuatan di tengah kelemahan, dan damai yang melampaui akal. Oleh karena itu berikan yang terbaik kepada Tuhan dan bukan sisasisa dari hidup kita. Amin (PMP)


