“kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1: 15)
PANGGILAN UNTUK BERUBAH
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Ketika seorang pencuri berpikir untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya, seorang pembohong jera dan bertekad untuk berlaku dan berkata jujur, seorang pembunuh berpikir bahwa yang dilakukannya tidak baik, dan seorang yang acuh tak acuh menyadari bahwa apa yang yang dilakukannya tidak semestinya, jelaslah bahwa semua orang ini memikirkan sebuah perubahan. Perubahan dari dalam diri sendiri, yang dimulai dari pikiran, yaitu tekad untuk berbalik arah, lalu hal tersebut mendorongnya untuk tidak lagi melakukan kebiasaan yang selama in mendarah daging dalam dirinya. Inilah yang dinamakan pertobatan. Pertobatan adalah keadaan di mana seorang berdosa menyesal karena perbuatannya oleh Roh Kudus dalam dirinya. Kemudian ia mengubah pikirannya, berbalik dari kesalahannya dan menujukkan pikirannya kepada Allah.
Tuhan Yesus memanggil kita untuk bertobat (Mrk. 1:15). “Pertobatan adalah keadaan dimana seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang firman Tuhan dan gerakan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mengubah pikiran dan hatinya lalu berbalik dari dosanya dan berpaling kepada Allah” Kita dipanggil untuk bertobat, percaya, dan mengikut Dia. Oleh karena itu, janganlah berhenti pada tahap panggilan untuk bertobat dan percaya saja, tetapi hendaklah kita juga meresponi panggilan untuk mengikut Dia. Dengan demikian kita menjadi murid-murid-Nya yang berkenan kepada-Nya.
Seruan pertobatan tidak hanya ditujukan kepada para penjahat kelas kakap, tetapi juga untuk semua orang. Sebab memang tidak ada manusia sempurna. Semuanya perlu diperbarui. Semua orang perlu bertobat! Bertobat bukan hanya karena telah melakukan kejahatan saja. Namun, bertobat karena manusia-ini yang paling banyak-sering tidak mau melakukan kebaikan. Di sini soalnya: bukan tidak mampu berbuat baik, tetapi tidak mau. Tetaplah berbuat baik dan menjadi berkat. Amin. (ARS)



