AKU ADALAH AKU
“Firman Allah kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” (Keluaran 3:14)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus Tuhan kita ! Salam dan doa kami semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Saudaraku! Bayangkan Musa berdiri di hadapan semak yang menyala. Dia bertanya nama Tuhan, berharap mendapat jawaban yang jelas untuk dibawa kepada bangsa Israel. Tapi yang dia terima bukan sekadar nama—melainkan sebuah misteri yang mengubah segalanya: “AKU ADALAH AKU.” Kalimat ini terdengar seperti teka-teki, tapi justru di sinilah letak keindahannya. “AKU ADALAH” berarti Tuhan tidak dibatasi oleh waktu. Dia bukan Tuhan yang dulu pernah ada, atau Tuhan yang suatu hari nanti akan ada. Dia adalah Tuhan yang sedang ada—sekarang, di detik ini, bersamamu. Ketika kamu merasa sendirian, Dia berkata: “AKU ADALAH temanmu.”
Ketika kamu kehilangan arah, Dia berbisik: “AKU ADALAH jalanmu.” Ketika kamu lemah dan tak berdaya, Dia menegaskan: “AKU ADALAH kekuatanmu.” Musa butuh kepastian untuk tugas yang mustahil—membebaskan bangsa dari perbudakan. Dan Tuhan tidak memberinya rencana lima tahun atau jaminan kesuksesan. Yang Tuhan berikan adalah kehadiran-Nya sendiri. Seolah Dia berkata: “Kamu tidak perlu tahu semua jawabannya. Yang kamu butuhkan adalah Aku.” Saudaraku Hari ini, mungkin kamu sedang menghadapi sesuatu yang terasa terlalu besar. Mungkin ada pertanyaan yang belum terjawab, masalah yang belum selesai, masa depan yang masih kabur. Ingatlah: Tuhan tidak selalu memberi kita jawaban. Tapi Dia memberi kita diri-Nya. Dan itu lebih dari cukup. Dia adalah Tuhan yang hadir—bukan hanya di puncak gunung atau di gedung gereja, tapi di tengah kekacauan hidupmu, di ruang tamu rumahmu, di tempat kerjamu, bahkan di tengah air matamu yang jatuh malam ini. “AKU ADALAH AKU” adalah janji terbesar: Tuhan tidak berubah. Kasih-Nya tidak berkurang. Kuasa-Nya tidak melemah. Dia tetap setia, hari ini seperti kemarin, besok seperti sekarang. Amin. (JRT)



