Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.
Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (Ibrani 1: 1-2)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Pada zaman dahulu, Allah menyampaikan isi hati Nya melalui perantaraan nabi, kemudian nabi akan menyampaikan pesan Allah kepada umat (1). Komunikasi semacam itu terjadi karena hubungan manusia dengan Allah terputus akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. Karena itu, perantara seperti nabi-nabi, yang dipilih dan diperkenan Allah, diperlukan untuk menjadi penghubung, menjalankan tugas menyingkapkan kehendak Allah kepada manusia.
Tetapi di zaman akhir, Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Yesus Kristus (2). Allah menetapkan Dia sebagai perantara yang akan memulihkan hubungan Allah dengan manusia, melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Yesus Kristus telah menanggung dosa kita sehingga kita memiliki akses kembali untuk berbicara langsung kepada Allah. Penderitaan penderitaan yang Ia alami saat disalibkan dan pencurahan darah-Nya menebus manusia. Tidak ada sesuatu, baik nabi maupun malaikat, yang memiliki kekuasaan dan kemuliaan lebih besar daripada Yesus Kristus. Dialah satu-satunya jalan keselamatan dan perantara antara Allah dan manusia.
Sebagai orang yang terpanggil dalam anugerah keselamatan, kita harus menempatkan Yesus sebagai pusat kehidupan kita. Akuilah kekuasaan-Nya dan percayakan sepenuhnya kehidupan kita kepada-Nya! Mari kita hidup taat pada firman-Nya sehingga kita dapat membuat orang lain menjadikan Yesus perantara dalam hidupnya. Di akhir zaman ini, Allah telah berbicara kepada kita melalui Putra-Nya. Sungguh firman yang mulia dan indah bagi kita…. Sang Putra…. diutus dari surga, turun ke bumi, menjalani hidup yang benar, mati dengan cara yang tidak adil, bangkit menuju keabadian, naik ke surga, dan akan segera datang kembali. Semoga kita memperhatikan dan mengasihi-Nya. Amin (ARS)



