Tanduk Keselamatan yang Dinubuatkan
“Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu.”
Lukas 1:69
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Menjelang Natal, hati kita diarahkan kepada janji-janji Allah yang digenapi melalui kedatangan Yesus Kristus. Dalam Lukas 1:69, Zakharia—yang sebelumnya bisu—akhirnya dapat berbicara dan memuji Allah dengan penuh sukacita. Dalam nyanyiannya, ia menyatakan bahwa Allah telah menumbuhkan tanduk keselamatan bagi umat-Nya. Istilah “tanduk” dalam budaya Yahudi adalah simbol kekuatan, kemenangan, dan perlindungan. Ini gambaran tentang kuasa Allah yang nyata dalam diri Mesias yang dijanjikan. Saudaraku, Zakharia melihat bahwa keselamatan bukanlah sekadar gagasan spiritual, tetapi sebuah tindakan ilahi yang kuat, yang mampu membebaskan manusia dari kuasa dosa, ketakutan, dan kehancuran. Tanduk keselamatan itu adalah Yesus sendiri—Sang Raja yang datang bukan dengan pedang, tetapi dengan kasih. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan pengorbanan. Seperti seorang gembala yang mengangkat domba lemah ke dalam pelukannya, Allah mengangkat kita yang rapuh, memberi kekuatan baru, dan menolong kita berdiri kembali. Di masa menjelang Natal, banyak orang merasa lelah oleh pergumulan hidup. Ada yang bergumul dengan kesehatan yang menurun, ada yang bertanya-tanya tentang masa depan, ada pula yang merasa kosong di tengah keramaian perayaan. Namun Lukas 1:69 mengingatkan kita: keselamatan sudah datang, dan kuasa-Nya cukup bagi kita. Bayangkan sebuah benteng tua yang kokoh, penuh tanduk-tanduk raksasa sebagai simbol pertahanan. Itulah gambaran tentang Yesus—benteng yang tidak tergoyahkan bagi siapa pun yang berlindung kepada-Nya. Hari ini, mari kita menyambut Sang Tanduk Keselamatan itu dengan hati yang bersyukur. Percayakan hidup kita kepada Dia yang kuat, yang mampu memulihkan, menguatkan, dan menyelamatkan. Dalam Kristus, kita aman. Dalam Kristus, kita menang. (JS)



