PENGHARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN
“Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.” (Mazmur 74:16)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Mazmur 74 adalah sebuah lagu atau doa yang dituliskan Asaf untuk menghibur di saat-saat keterpurukan yang dialami bangsa Israel. Bait Allah telah hancur oleh musuh, umat- Nya mengalami kesengsaraan dan kebingungan. Dalam keadaan demikian ia meratap dan memohon pertolongan dari Tuhan, sekaligus mengingat siapa Allah itu bagi bangsanya. Pemazmur tetap berpegang pada keyakinan bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu di alam semesta. Ia terus berharap dalam doanya agar hukuman Allah tidak berlaku untuk selamanya.
Pada ayat 16, pemazmur menyerukan ungkapan iman yang kokoh dan teguh di tengah masa sulit yang mereka hadapi. “Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam.” Ia menegaskan bahwa Tuhan adalah pemilik waktu. Siang dan malam mencerminkan berbagai fase kehidupan dimana waktu terang menggambarkan sukacita dan keberhasilan. Mari belajar untuk berserah ketika Tuhan menuntun kita melalui lembah kegelapan. Demikian juga, apabila “siang” itu datang, di sanalah juga Tuhan hadir bersama orang percaya. Bersyukurlah dan nikmatilah masa tersebut untuk kemuliaan nama Tuhan. Maka, baik saat kita tertawa maupun menangis, baik saat kita kuat maupun lemah, semuanya berada dalam genggaman Allah. Dia Allah yang berdaulat atas segala waktu.
Dengan demikian, firman Tuhan mengarahkan orang percaya agar selalu bersyukur dalam setiap musim kehidupan. Bersyukur bukan hanya saat “siang” itu datang, tetapi iman yang tetap teguh percaya kepada rancangan-Nya bahkan saat kegelapan menyelimuti. Bila pun masa sukar itu datang, menolehlah sebentar ke belakang, ingat kembali bagaimana Tuhan pernah memberikan pertolongan di masa lalu. Tuhan yang dulu menolong kita adalah Tuhan yang sama di hari ini. Mari kita nikmati kehidupan yang Tuhan anugerahkan, bukan karena keadaan selalu baik, tetapi karena Tuhan selalu menyertai. Amin (PMP)



