“Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.” (Imamat 26 : 5)
Masa Panen yang Tidak Pernah Usai
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan.
Ayat ini merupakan bagian dari janji Allah kepada bangsa Israel jika mereka hidup setia kepada-Nya dan memegang perintah-perintah-Nya. Tuhan menjanjikan sebuah hidup yang berkelimpahan, dalam damai, dan aman. Hal ini dilambangkan dengan masa panen yang tidak pernah terputus: dari panen satu ke musim tanam berikutnya, tanpa kekurangan. Serba berkelimpahan. Ayat ini bukan sekadar janji materi, tetapi juga gambaran kehidupan rohani dan batiniah yang penuh sukacita, ketenangan, dan kepuasan. Ketika kita hidup taat kepada Tuhan Allah yang saat ini telah menyatakan diriNya dalam anakNya Yesus Kristus. Hidup yang terus “berbuah” adalah hidup yang dekat dengan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dengan tekun. Bayangkan sebuah desa kecil yang hanya mengandalkan pertanian. Setiap tahun mereka cemas menanti hujan dan khawatir akan gagal panen. Tapi ada satu ladang yang seolah tidak pernah gagal panen. Tanahnya subur, airnya cukup, dan hasilnya melimpah. Pemiliknya dikenal karena selalu berbagi hasil panennya kepada tetangga, dan ia hidup dengan damai serta dihormati. Kita juga seperti ladang itu. Bila kita hidup dalam ketaatan dan penyerahan kepada Tuhan, hidup kita akan terus menghasilkan buah: bukan hanya secara ekonomi, tapi juga dalam karakter, damai sejahtera, kasih, dan pengaruh positif bagi orang lain. Imamat 26:5 mengingatkan kita bahwa hidup dalam kehendak Tuhan bukanlah hidup yang penuh beban, tetapi hidup yang diberkati secara utuh. Ketika kita menabur ketaatan, Tuhan menjanjikan panen sukacita dan damai. Hidupmu akan terus diberkati, bahkan ketika dunia di sekitarmu mengalami kekeringan. Tantangan mungkin datang, tapi janji Tuhan tetap: “Kamu akan makan rotimu sampai kenyang dan tinggal dengan aman tenteram.” Hidup yang berkelimpahan tidak selalu berarti berlimpah harta, tapi hati yang penuh damai sejahtera dan hidup yang menjadi berkat bagi seluruh ciptaan dimana kita berada. Amin. (JS)