Minggu, 25 Oktober 2026 - MENCARI PERLINDUNGAN PADA TUHAN
CPdt. Carel HA Siburian, MTh
Daily Bread
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3: 9)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Sering kali kita menuntut kepada Tuhan: “mengapa Tuhan belum bertindak, belum menjawab doaku dan mengapa Tuhan belum menghukum orang yang melakukan kesalahan?” Kadang kita berpikir, kalau Tuhan benar-benar melihat, seharusnya Tuhan segera bertindak. Tetapi 2 Petrus 3:9 mengingatkan kita bahwa cara Tuhan melihat waktu dan kehidupan berbeda dengan cara kita. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian…” Artinya, keterlambatan menurut perasaan kita bukan berarti Tuhan lupa. Ada kalanya Tuhan tidak segera mengubah keadaan karena Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih dalam dalam diri kita.
Tuhan sabar karena Ia menghendaki manusia bertobat. Kita semua hidup karena kesabaran Tuhan. Kesabaran Tuhan seharusnya bukan membuat kita semakin berani berbuat dosa tetapi menjadikan kita untuk lebih dekat dengan-Nya dan memakai kesempatan yang Tuhan beri. Tuhan memberi waktu bukan supaya kita semakin jauh, tetapi supaya kita berbalik kepadaNya. Tuhan menghendaki semua orang berbalik dan bertobat. Pertobatan bukan hanya merasa bersalah. Pertobatan berarti mengubah arah hidup kita. Kalau selama ini kita berjalan menjauh dari Tuhan, sekarang kembali kepada Tuhan.
Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang menunggu jawaban Tuhan. Mungkin kita merasa Tuhan terlalu lama bertindak. Tetapi 2 Petrus 3:9 mengingatkan kita: Tuhan tidak terlambat. Tuhan sedang bersabar. Dan selama Tuhan masih memberikan kita hari ini, itu berarti masih ada kesempatan. Itulah kasih karunia Tuhan: Ia masih menunggu, Ia masih memanggil, dan Ia masih memberi kesempatan kepada kita. Amen (ES)
Penulis
Pdt. Eva Marlina Sinaga, S.Th
CPdt. Carel HA Siburian, MTh
Administrator
Administrator