“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman Tuhan, “berbaliklah kepadaKu” dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” (Yoel 2:12)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Mengakui kesalahan yang telah kita perbuat tentu tidaklah mudah. Hal ini seperti melukai kesombongan dan harga diri kita sendiri. Kebanyakan orang bahkan lebih mudah untuk menyatakan kesalahan orang lain, juga tidak sedikit orang yang siap ditegur dalam kesalahannya, malah ketika ditegur, kita selalu berupaya memberikan pembelaan diri. Oleh karena itu, untuk sampai pada pertobatan sejati dibutuhkan hati yang mau merendah untuk bisa melakukannya, sebab setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Sebab, jika kita tidak berani memaafkan diri sendiri maka kita akan selalu dikejar oleh perasaan bersalah yang akhirnya membuat kita tidak tenteram hati.
Saudaraku! Seruan untuk mengakui kesalahan dan bertobat juga disampaikan Yoel kepada bangsa Israel. Kitab Yoel ditulis pada masa bangsa Israel mengalami hukuman Tuhan dalam bentuk bencana belalang yang melanda tanah mereka. Bencana ini tidak hanya membawa kehancuran fisik, tetapi juga menjadi simbol penghukuman ilahi yang lebih besar jika Israel tidak bertobat. Atas setiap kesalahan dan dosa Israel, Yoel meminta Israel tidak hanya sekedar mengakui kesalahan tanpa ada perubahan sikap, namun hendaklah mengakui kesalahan dengan kesungguhan hati yang berarti bahwa ada kesediaan diri untuk dibimbing dalam kasih dan anugerah Tuhan oleh tuntunan Roh Kudus. Itu sebabnya Yoel mengajak Israel untuk berbalik dengan segenap hati dan berpuasa (baca:Yesaya 58:6-7).
Saudaraku ! Apapun yang kita perbuat sepanjang hari, sadarilah bahwa kita tak luput dari sebuah kesalahan. Namun, terbukalah hatimu untuk mengakui kesalahanmu dihadapan Tuhan dan mohonlah ampun padaNya serta minta pertolongan Roh Kudus agar senantiasa menolong kita untuk tidak kembali jatuh dalam kesalahan yang sama bahkan menjaga hati kita agar tetap menghidupi kehendak Tuhan.Amin! (AS)


