“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)
Jemaat yang dikasihi Tuhan Allah, Yakobus dalam pelayanannya menghadapi jemaat yang selalu mengaku diri sebagai orang percaya. Mereka sering mendengarkan pengajaran tentang Firman Tuhan dalam setiap perkumpulan. Persembahan juga tidak pernah lupa mereka sampaikan pada Bait Allah. Tetapi yang menjadi persoalan adalah kehidupan rohani mereka itu tidak berbuah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Disatu sisi, begitu kudus dan mulianya mereka dalam Bait Allah, tetapi dalam kehidupan mereka sehari-hari: segala kejahatan mereka lakukan tanpa rasa bersalah.
Kehidupan seperti itu juga sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini. Banyak orang rajin ibadah, persembahan tidak pernah lupa, aktif dalam setiap perkumpulan gereja, tetapi buah semua kehidupan rohani itu tidak terlihat dalam kehidupannya sehari-hari. Apa yang dia dengar dalam setiap kegiatan rohani itu, tidak berdampak apa-apa dalam kehidupannya sehari-hari. Bukankah orang yang rajin mengikuti kehidupan rohani harusnya lebih baik kehidupannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan dengan orang yang tidak rajin mengikuti kegiatan rohani ? Bukankah orang yang rajin mengikuti kegiatan gereja harusnya lebih banyak buah yang baik dalam kehidupannya daripada orang yang tidak rajin ? Bukankah orang yang sering mendengarkan Firman Tuhan harusnya lebih berdampak positif kehidupannya daripada orang yang tidak rajin mendengar Firman Tuhan ?
Firman Tuhan hari ini mengajak kita supaya jangan hanya sebagai orang yang mendengar Firman Tuhan saja. Sebab, semua orang juga dapat melakukan hal tersebut. Harusnya, ketika kita mendengarkan Firman Tuhan, maka dengan segala upaya yang kita miliki, kita sungguh-sungguh melakukan apa yang kita dengar dalam Firman Tuhan. Mintalah kekuatan dan pertolongan dari Tuhan supaya kita dimampukan melakukan apa yang kita dengar dari Firman Tuhan. Sebab, jikalau hanya mengandalkan kekuatan dan kepintaran kita, kita tidak akan dapat melakukan Firman Tuhan sepenuhnya.


