“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.” (Hosea 2: 18-19)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Ayat ini menunjukkan hati Allah yang penuh kasih dan rindu memulihkan umat-Nya. Meski Israel berkali-kali tidak setia, Allah berjanji menghapus peperangan, menceraikan pedang, dan memberikan damai sejahtera. Janji itu menyatakan bahwa damai sejati bukanlah hasil usaha manusia, melainkan anugerah Tuhan. Dunia kita mungkin penuh konflik, kekuatiran, dan kegelisahan, tetapi Allah mampu memberikan kedamaian yang tidak dapat diganggu oleh keadaan luar.
Lebih dari itu, Tuhan memakai gambaran pertunangan untuk menyatakan kasih-Nya. la ingin memperbarui hubungan dengan Israel, bukan sekadar menerima kembali, tetapi mengikat janji baru yang kokoh. Pertunangan adalah simbol komitmen, kesetiaan, dan janji masa depan. Demikian pula, Allah menegaskan bahwa relasi-Nya dengan umat bukan dibangun atas dasar ketakutan, tetapi atas keadilan, kebenaran, kasih setia, dan kasih sayang.
Inilah gambaran mengenai anugerah atau kasih karunia Tuhan bagi umat-Nya. Kita bisa menjadi pribadi yang tidak setia kepada-Nya, namun karena anugerah-Nya, maka Ia akan menarik kita kembali kepada-Nya. Ia terkadang harus mengambil sesuatu yang berharga untuk mengarahkan pandangan kita ke arah yang benar, yaitu kepada-Nya. Karena kasih-Nya, Tuhan menghukum ketidaksetiaan umat-Nya namun Ia tidak meninggalkan mereka. Hukuman itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali kepada Tuhan dan setia kepada-Nya. Sehingga kehidupan kita diselaraskan dengan kehendak AllahKetika kita merasa gagal, tidak layak, atau menjauh dari Tuhan, la tidak berhenti mengasihi. la mau “melamar kembali” kita agar hubungan yang rusak dipulihkan. Mari kita hidup dalam damai yang dijanjikan Tuhan, serta membuka hati untuk selalu diperbarui dalam kasih setia-Nya. Amin. (ARS)


