“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Kiranya kasih karunia Tuhan senantiasa menaungi hidup kita. Saudaraku! Pernahkah kamu merasa begitu takut sampai rasanya ingin menyerah saja? Takut gagal, takut ditolak, takut tidak mampu, takut masa depan yang tidak pasti. Ketakutan itu seperti rantai besi yang mengikat kaki kita, membuat kita tidak bisa melangkah maju.
Paulus menulis surat ini kepada Timotius, anak rohaninya yang masih muda. Saat itu, Timotius sedang menghadapi masa sulit. Dia harus memimpin jemaat di tengah penganiayaan. Banyak orang yang meninggalkan iman mereka karena takut. Dan Timotius? Dia juga manusia biasa yang pasti merasakan ketakutan yang sama. Tapi di tengah situasi seperti itu, Paulus mengingatkan sesuatu yang sangat penting: roh ketakutan itu bukan berasal dari Allah. Allah adalah sumber keberanian, kekuatan, dan damai sejahtera, bagaimana mungkin Dia memberi kita ketakutan yang melumpuhkan?
Yang Allah berikan justru tiga hal yang indah:
Pertama, kuasa. Bukan kuasa untuk menguasai orang lain, tapi kuasa untuk bangkit saat kita jatuh. Kuasa untuk tetap setia walau badai mengamuk. Kuasa untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya di luar kemampuan kita sendiri, karena Roh-Nya yang bekerja dalam diri kita.
Kedua, kasih. Kasih yang mengusir segala ketakutan. Kasih yang membuat kita berani mengampuni, berani melayani, berani membuka hati walau pernah disakiti. Kasih yang membuat kita melihat orang lain bukan sebagai ancaman, tapi sebagai sesama yang juga membutuhkan kasih Allah.
Ketiga, ketertiban atau pikiran yang tenang dan waras. Ini bukan berarti hidup kita akan selalu rapi dan terencana. Tapi di tengah kekacauan sekalipun, hati kita bisa tetap tenang karena kita tahu siapa yang memegang kendali. Kita bisa berpikir jernih, tidak panik, tidak terburu-buru mengambil keputusan yang keliru, karena Tuhan yang membimbing kita. Amin ! (JRT)


