“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Korintus 4:7)
Jemaat yang dikasihi Allah, banyak orang saat ini merasa bahwa: semua yang dia miliki dalam hidupnya adalah hanya oleh karena kuat dan perkasanya. Ketika dia sehat, ia merasa itu karena dia menjaga makanan dan pola hidupnya. Ketika dia sukses, ia merasa bahwa itu karena kepintaran dan kelihaiannya. Ketika dia banyak harta, ia merasa karena dia pintar mengelolanya. Ketika dia punya jabatan atau pangkat yang tinggi, ia merasa bahwa itu ada karena hebatnya sendiri.
Orang seperti inilah yang tidak akan pernah mengucap syukur atau bahkan memohon pertolongan Tuhan dalam hidupnya. Baginya, Tuhan itu sudah mati, tertidur atau bahkan tidak ada kuasaNya dalam hidupnya. Itulah sebabnya, hari-harinya akan dihabiskan untuk mengumpulkan semua harta didunia ini. Padahal, diwaktu yang Tuhan tentukan, seberapa banyak pun yang dia kumpulkan, dia akan tinggalkan menuju keabadian, dimana api menyalanyala aka terus menyiksa setiap manusia yang tidak memakai pemberian Allah dengan baik.
Firman Tuhan hari ini menegaskan kepada kita, bahwa Allah yang turut bekerja dalam hidup kita. Sehingga kita dimampukan melakukan segala sesuatu dalam hidup kita. Tanpa kita minta, oleh karena kasihNya, Dia turut bekerja dalam setiap rancangan dan usaha hidup kita. Bahkan, oleh karena kasihNya, Dia berulang kali melepaskan kita dari mara bahaya yang kita buat sendiri atau oleh karena orang yang membenci kita. Penyadaran akan Allah turut bekerja dalam hidup kita, akan mendorong kita menjadi pribadi yang rendah hati. Dimana kita akan selalu menyaksikan bahwa hanya oleh karena kasih karunia Tuhanlah maka kita memiliki segala apa yang ada pada kita. Baik harta, kesehatan, keturunan, jabatan, usaha dan sebagainya. Jauhlah dari hidup kita akan penyangkalan kuasa Allah yang begitu besar dan baik. Terbitlah hati yang selalu mengucap syukur atas segala kebaikan Allah yang selalu baharu dalam hidup kita.


