“Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” (Ester 4:14)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Tidak sedikit orang yang tidak berbuat apa-apa karena takut dengan resiko yang akan dihadapi. Nelson Mandela di Afrika Selatan, William Wilberforce di Inggris, Marthin Luther King Jr. di Amerika Serikat adalah contoh tokoh yang berani bertindak dan mengambil resiko dalam mengubah dunia. Ester saat itu menghadapi situasi yang pelik. Bagai buah simalakama, dilakukan ada resiko, tidak dilakukan pun mengandung resiko. Berada pada pilihan yang membutuhkan keberanian iman membuat Ester harus sedia untuk sebuah pengorbanan.
Saudaraku ! Bagi Ester, seorang yatim piatu Yahudi yang dibesarkan oleh Mordekhai, dipilih menjadi ratu oleh raja Ahasyweros pasti merupakan suatu kegembiraan sekaligus kejutan besar. Dari seorang yang biasa saja kemudian menjadi seorang yang dilayani dan diperlakukan istimewa serta mendapatkan kenyamanan luar biasa. Tetapi ketika Haman, seorang yang berkedudukan di atas semua pembesar kerajaan berencana memusnahkan bangsa Yahudi, maka Mordekhai mengingatkan Ester untuk membela bangsanya di hadapan raja melalui posisinya sebagai ratu. Adalah hal sulit bagi Ester jikalau ia menghadap raja tanpa dipanggil dan raja tidak berkenan, ia akan dihukum mati. Tetapi Mordekhai mengingatkan, justru mungkin maksud Tuhan menempatkan Ester menjadi ratu adalah menjadi alatNya untuk menyelamatkan umatNya dan ternyata Ester memang dipakaiNya untuk menyelamatkan bangsa Yahudi.
Saudaraku, apakah kita pernah bertanya, apa maksud Tuhan dalam segala hal yang dipercayakanNya bagi kita? Pekerjaanmu, studimu, pelayananmu, jabatanmu, harta kekayaanmu, dan yang lainnya? Apakah kita berpikir bahwa semua itu hanya untuk kepentingan dan kesenangan kita saja? Yakinilah bahwa dalam segala yang Tuhan percayakan padamu, Dia punya rencana. Beranilah dalam iman.Amin! (AS)


