Tuhan yang Menghibur di Tengah Penderitaan
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala pukul kami, sehingga kamipun dapat menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam pukul dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” (2 Korintus 1:3-4)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus! Pernahkah kamu merasa sendiri di tengah kesulitan? Ketika masalah datang bertubi-tubi, seolah tak ada yang mengerti apa yang kamu rasakan? Paulus menulis surat ini justru dari penjara. Dia tahu persis bagaimana rasanya menderita. Namun di tengah situasi sulit itu, dia menemukan sesuatu yang luar biasa: Allah bukan sekadar menonton kita dari jauh, tapi Dia turun menghibur kita. Kata “menghibur” di sini bukan sekadar membuat kita tersenyum sebentar, lalu lupa. Dalam bahasa aslinya, kata ini berarti “dipanggil untuk berdampingan.” Bayangkan sahabat terdekat yang duduk di sampingmu, tak perlu banyak bicara, tapi kehadirannya membuat bebanmu terasa lebih ringan. Itulah Allah kita. Yang lebih menarik, Paulus menyebut Allah sebagai “sumber segala penghiburan.” Artinya, penghiburan sejati hanya datang dari Dia. Bukan dari likes di media sosial, bukan dari kata-kata manis yang kosong, bukan dari pelarian sesaat. Hanya Allah yang bisa menyentuh luka terdalam kita dan memberikan damai yang melampaui akal. Tapi ada bagian yang lebih indah lagi. Allah tidak menghibur kita supaya kita enak sendiri. Dia menghibur kita agar kita bisa menghibur orang lain. Lukamu yang sudah disembuhkan Allah, ternyata bisa menjadi obat bagi luka orang lain. Pengalaman pahitmu yang sudah dilewati bersama Tuhan, bisa menjadi kesaksian yang menguatkan saudara-saudarimu. Saudaraku! Apapun yang terjadi dalam perjalanan hidupmu ingatlah: Tuhan tidak tidur. Dia sedang berdampingan denganmu. Dan percayalah, kesulitan yang kamu alami hari ini, suatu saat akan menjadi berkat bagi orang lain yang sedang berjuang dengan pergumulan serupa. Kamu tidak sendiri. Tuhan yang penuh belas kasihan sedang memelukmu dalam kesulitanmu. Amin (PMP)


