KITA SEMUA SAMA
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus Tuhan kita ! Salam dan doa kami semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Saudaraku! Paulus mengatakan sesuatu yang sangat penting: semua orang. Bukan sebagian, bukan hanya orang jahat, bukan hanya penjahat atau pendosa besar. Semua. Kamu, aku, tetanggamu yang rajin ke gereja, temanmu yang baik hati, bahkan orang yang paling kamu kagumi. Kata “telah berbuat dosa” dalam bahasa aslinya berarti “meleset dari sasaran.” Bayangkan seorang pemanah yang melepaskan anak panah, tapi tidak ada satupun yang tepat mengenai pusat sasaran. Begitulah kita semua. Kita diciptakan untuk mencerminkan kemuliaan Allah—hidup dalam kasih, kebenaran, dan kesucian-Nya. Tapi kita semua meleset. Mungkin melesetnya berbeda-beda. Ada yang meleset sedikit, ada yang jauh. Ada yang dosa-dosanya terlihat besar di mata manusia, ada yang tersembunyi di dalam hati. Tapi intinya sama: kita semua meleset dari standar kesempurnaan Allah. Lalu apa artinya Roma 3:23 ini bagi hidup kita hari ini? Pertama, ayat ini mengajarkan kerendahan hati. Kita tidak punya alasan untuk menyombongkan diri. Ketika kita mulai menghakimi orang lain, ingatlah: kita sama-sama orang berdosa yang diselamatkan oleh kasih karunia. Kedua, ayat ini memberi penghiburan. Kalau kamu merasa terlalu hancur, terlalu kotor, terlalu jauh dari Allah—ingatlah bahwa kondisimu tidak berbeda dari orang lain. Tidak ada yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Kita semua butuh penyelamat yang sama. Ketiga, ayat ini menunjuk pada kabar baik. Paulus tidak berhenti di ayat 23. Dia melanjutkan tentang pembenaran cuma-cuma oleh kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus. Berita bahwa kita semua berdosa bukan untuk membuat kita putus asa, tapi untuk membuat kita sadar betapa luar biasanya kasih karunia Allah. Hari ini, izinkan kebenaran ini meresap dalam hatimu: kamu berdosa, tapi kamu sangat dikasihi. Kamu meleset, tapi Allah tidak menyerah padamu. Dan dalam kerendahan hati itu, kamu bisa mengulurkan tangan pada orang lain—bukan dengan penghakiman, tapi dengan kasih yang sama yang sudah kamu terima. Amin (JRT)


