Kasih Setia yang Tidak Dilupakan Tuhan
“Kiranya TUHAN menunjukkan kasih setia dan kesetiaan-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat baik kepadamu karena kamu telah melakukan hal ini.” — 2 Samuel 2:6
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengajak kita merenungkan makna kasih setia dan kesetiaan yang hidup dalam tindakan nyata. Daud mengucapkan berkat ini kepada orang-orang Yabesh-Gilead yang dengan berani dan setia menguburkan Saul. Tindakan mereka bukan hal yang populer, bahkan berisiko, tetapi mereka melakukannya karena kesetiaan dan penghormatan. Daud melihat ketulusan itu dan menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan perbuatan kasih yang dilakukan dengan hati yang benar. Inspirasi dari ayat ini jelas: kebaikan yang lahir dari kasih setia akan selalu berada dalam ingatan Tuhan. Mungkin dunia tidak memberi tepuk tangan, mungkin perbuatan baik kita tidak dilihat atau dihargai orang lain, tetapi Tuhan melihat dan menghargainya. Kesetiaan kecil yang kita lakukan setiap hari—menguatkan yang lemah, mengampuni yang melukai, setia dalam tugas—memiliki nilai besar di hadapan Allah. Garis besar renungan ini sederhana. Pertama, Tuhan adalah sumber kasih setia sejati. Kedua, kasih setia diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar kata. Ketiga, Tuhan sendiri yang membalas setiap perbuatan baik pada waktu-Nya. Bayangkan seorang petani yang menanam benih dengan sabar. Ia tidak melihat hasilnya seketika, tetapi ia tetap setia merawat ladangnya. Pada musimnya, benih itu bertumbuh dan menghasilkan buah. Demikian pula kasih setia yang kita tabur—Tuhan yang memberi pertumbuhan dan menuai hasilnya. Di tengah dunia yang sering mengutamakan kepentingan diri sendiri, firman ini meneguhkan kita untuk tetap setia berbuat baik. Jangan lelah mengasihi dan melayani. Kasih setia yang kita hidupi hari ini adalah kesaksian iman kita kepada Tuhan.


