MENJADI PEMENANG DI HADAPAN TUHAN
“Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (Hakim-hakim 6: 12)
Saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus, Tuhan kita ! Salam dan doa kami dari HKBP Medan Sudirman. Semoga hidup kita senantiasa dinaungi oleh kasih setia Tuhan. situasi sulit bisa membuat seseorang terpuruk. Tapi bisa juga melahirkan sosok yang kemudian sangat diandalkan. Gideon mengalami perubahan diri (transformasi), di saat Israel berada dalam cengkraman bangsa Midian. Semula Gideon bukan cuma perawakannya yang kecil, tetapi jiwanya juga kecil. Di saat Israel dalam kebutuhan mendesak perlunya kehadiran pemimpin, Allah menjumpainya dan Allah juga mengubahnya. Gideon merobohkan tiang berhala dan mezbah Baal. Sumber daya manusia tidak mencukupi meraih kemenangan. Gideon tetap berani, karena Allah menjaminnya. Dua kali ia meminta tanda, dua kali Tuhan menjawabnya. Hal ini, yang menopang keberanian Gideon tidak surut.
Ternyata Allah kita tidak melihat kita dalam keadaan kita yang sekarang, tetapi Allah memandang kita seperti apa yang menjadi tujuan-Nya untuk hidup kita. Seperti tujuan Tuhan bagi hidup Gideon agar ia menjadi seorang pahlawan yang gagah berani, itulah perkataan Tuhan yang diucapkan-Nya kepada Gideon. Setiap kita, Tuhan punya tujuan yang besar dalam hidup kita, bukan menjadi seorang penakut, bukan menjadi seorang yang berada di bawah penindasan iblis tetapi menjadi seorang yang berani, yang mengalahkan ketakutan kita dan bahkan menjadi Pahlawan yang akan Tuhan pakai membebaskan orang-orang yang tertindas.
Apa yang dilakukan Gideon itu bisa disebut mission imposible, misi yang mustahil. Tapi, ternyata yang mustahil itu menjadi mungkin. Gideon tak ciut menghadapi musuh. Bermodalkan kuasa Tuhan, disertai prajurit yang setia, disiplin dan strategi perang jempolan. Gideon dan prajuritnya meraih kemenangan demi kemenanganKarena itu, mari kita memandang diri kita seperti Tuhan memandang kita, sebagai seorang Pahlawan yang gagah berani, yang tidak takut karena bersama Tuhan kita sanggup untuk melakukan perkara-perkara yang besar. Amin. (ARS)


